KUTAI TIMUR, kaltimonline.com– Dalam mengasah kreatifitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) – 1 Kecamatan Sangatta Utara menggelar Pesta Karya.
Sebelum lebih jauh mengupasnya Pesta Karya yang diprakarsai oleh SMPN – 1 merupakan sebuah inovasi. Bahkan sebelum Kurikulum Merdeka belajar dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diselenggarakan.
“Acara-acara seperti ini dengan adanya dukungan dari P5, siswa/siswa kita berikan kesempatan ruang dan waktu untk berkreasi, berinovasi. Dan secara tidak langsung siswa memiliki kemampuan untuk kemandirian, baik di dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kemampuan inovasi,” ucap Bupati Kutim, Drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si secara terpisah, Rabu (8/11/2023).
Menurut Bupati Ardiansyah, melalui kegiatan-kegiatan seperti itu siswa juga akan mampu untuk meningkatkan ekonomi pribadinya atau kelasnya. Tentu dalam kegiatan itu, juga menghadirkan para orang tua siswa, sehingga bisa berinovasi yang luar biasa.
“Saya mengapresiasi ada keinginan pesta karya digelar tingkat Kabupaten. Diharapkan nanti Dinas Pendidikan untuk melaksanakannya dan tahun lalu sebenarnya sudah digagas sekilas oleh Komandan Kodim dengan lomba antar pelajar, yakni lomba seni dan kreasi, seni tari dan seni musik serta suara. Nah ini, kalau bisa Disdikbud mampu mengambil makna apa yang disampaikan ini,” harapnya.
Lebih jauh Ardiansyah berharap, kegiatan-kegiatan yang memungkinkan anak-anak untuk berinovasi ini lebih ditingkatkan. Karena inilah ajang mereka, termasuk juga P5, terutama dalam mewujudkan sekolah kurikulum merdeka belajar.
“Yang diinginkan itu outputnya. Dan output yang benar sesuai dengan input, maka kita akan mendapatkan manfaat di dalamnya,” tuturnya.
Hal yang sangat mendasar sekali menurut Bupati Ardiansyah, adalah bahwa sekolah-sekolah, guru-guru, kepala sekolah mampu untuk memahami jiwa anak-anaknya. Mampu memahami perkembangan pada saat usia mereka sekarang ini. Karena pada dasarnya pendidikan itunya hanyalah mengantar perkembangan anak, agar mereka siap.
“Pada saatnya nanti, siap secara kemandiriannya, kejiwaannnya serta kemapuannya berada di masyarakat dengan baik. Perkembangan siswa itulah yang perlu dipahami oleh setiap tenaga pendidik atau guru. Apabila ini mampu dipahami, saya yakin maka inter aksi antara guru dengan siswa dan kemampuan untuk menanamkan ilmu kepada siswa itu mudah,” tuturnya.
Ardiansyah menegaskan, kegiatan itu bisa menjadi cikal bakal bagi Disdikbud mencoba untuk mengemas Pesta Karya SMP se Kutai Timur. (adv/diskominfo staper kutim)






