KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) turut memperhatikan berbagai program pendidikan keagamaan. Seperti belum lama ini, Pemkab Kutim melalui Bupati Kutim, Drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si bersama ribuan masyarakat Kutim turut memperingati Hari Santri Nasional 2023.
Yang mana Hari Santri Nasional tersebut berlangsung di lapangan Folder Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara. “Alhamdulillah saat puncak hari Santri, saya, kalangan pendidik pondok pesantren, santri, tokoh ulama serta masyarakat muslim sama – sama mengkumandangkan sholawat hadroh maulid simtudduror (Maulid Habsyi),” terang Bupati Ardiansyah saat diwawancarai terpisah, Rabu (8/11/2023).
Bupati Ardiansyah menegaskan kumandang sholawat hadroh, dipimpin oleh Habib Reza Al-Muhdhor dari Probolinggo dan didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU Sismanto, Ketua DPRD Kutim Joni, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim Masnif Sofwan, Wakapolres Kutim Kompol Herman Sopian, terlebih ribuan masyarakat turut berpartisipasi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang turut hadir mengatakan, sebelumnya juga sudah dilaksanakan kegiatan serupa (Kutim Bersholawat) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2023 di Lapangan Helipad, Kantor Bupati Kutim, Minggu (22/10/2023) lalu.
“Dan barusan tadi siang di Kaubun juga saya menghadiri Kaubun Bersholawat bersama Habib dari Balikpapan dan malam hari ini alhamdulillah bapak/ibu sekalian,” terangnya.
Selanjutnya, orang nomor satu di Kutim ini berharap, dengan diadakannya Kutim Bersholawat itu, para jemaah sekiranya mendapatkan syafa’at dari Allah SWT serta keberkahan yang melimpah. Selain itu juga, dengan sholawat ini semoga dapat menghadirkan keberadaan Rasulullah SAW diantara para jemaah disini.
“Karena setiap kali kita mengindahkan, insyaallah Rasulullah berada di tengah-tengah kita semua. Saya tidak perlu tanya alasannya, kemudian dalilnya, biarkan nanti para ulama yang menjelaskan,” katanya dihadapan ribuan masyarakat yang antusias.
Lebih jauh, Ardiansyah menuturkan bahwa sholawat merupakan suatu kalimat yang wajib disuarakan. Dimana sholawat juga wajib dibaca ketika kita menjalankan salah satu perintah wajib Allah SWT, yakni sholat.
“Meskipun para ulama mengatakan (membaca sholawat) hukumnya sunnah muakkad, tetapi hampir kesimpulan ulama hukumnya wajib. Maka kalau ada orang yang satu hari tidak bersholawat berarti dia tidak sholat,” ujarnya.
Terakhir, dirinya mengajak para jemaah yang hadir pada malam itu untuk mengumandangkan sholawat sebanyak-banyaknya, karena tidak ada batasannya dalam bersholawat.
“Tidak ada batas waktu dan jumlah, sebanyak mungkin kita bersholawat, sebanyak itu juga Allah akan menurunkan rahmatnya kepada kita,” ungkapnya.(adv/diskominfo staper kutim)






