Ikuti Penilaian Adiwiyata, 58 Sekolah Siap Bersaing

BALIKPAPAN-Penilaian Adiwiyata menjadi agenda rutin setiap tahun yang diikuti semua sekolah di balikpapan baik tingkat SD hingga SMA. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendukung sekolah di balikpapan untuk mengikuti adiwiyata baik Mandiri maupun Nasional.

Apabila membutuhkan anggaran untuk persiapan menuju adiwiyata dapat diajukan kepada Disdikbud selama itu sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya berharap kita semua di sini komitmen untuk memajukan dunia pendidikan. Mudah-mudahan apa yang menjadi kinerja kita, apa yang menjadi ikhtiar kita, apa yang menjadi usaha kita ini, tentunya sesuai dengan harapan kita untuk menjadi lebih baik lagi,” jelas Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, pada hari Jumat (11/7/2025).

Ia pun berharap para guru selalu berbuat kebaikan dalam mendidik anak-anak. “Kalau niat kita ingin berbuat baik, untuk memanjukan anak kita, pasti anak-anak kita akan tumbuh menjadi anak pintar dan cerdas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik menerangkan ada 58 sekolah negeri maupun swasta yang akan mewakili balikpapan. Nantinya ada salah satu kandidat, untuk ditinjau secara langsung oleh Tim Kementerian Lingkungan Hidup bersama para Forum Duta Adiwiyata.

Dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung pada hari Jum’at, 4 Juli 2025 di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan. Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud memberikan penguatan kepada Kepala Sekolah. “Pak wali memberikan semangat untuk menyiapkan dalam waktu 1 bulan ini karena tim dari lingkungan hidup akan turun meninjau secara langsung, karena rencananya turun ke lapangan kurang lebih 1 bulan lagi sekitar awal Agustus,” ujarnya.

Penilaian dengan cara melihat secara langsung terkait kondisi sekolah yang sudah disampaikan secara tertulis oleh masing-masing sekolah. “Jadi ini melakukan verifikasi lapangan, misalnya sekolah ini apakah sudah memenuhi unsur-unsur yang terkait di dalamnya untuk memenuhi unsur menjadi sekolah adiwiyata nasional atau adiwiyata mandiri,” terangnya.

Tahapan adiwiyata ini berjenjang ketika sekolah ini posisinya sudah adiwiyata provinsi maka diajukan untuk mendapatkan adiwiyata nasional, ketika sudah posisi adiwiyata nasional maka diajukan untuk menjadi adiwiyata mandiri.

“Setiap tahun ada penambahan beberapa sekolah yang mengikuti adiwiyata, kalau provinsi rasanya kita sudah 90 persen berada di posisi sekolah adiwiyata provinsi. Jadi ini ada sekitar 58 sekolah itu yang untuk kita ajukan mendapatkan adiwiyata nasional dan mandiri,” terangnya.

Saat rakor para kepala sekolah mempersiapkan kelengkapan berkas dan kesepahaman bersama yang dibantu oleh teman-teman dari tim forum adiwiyata dan dinas lingkungan hidup untuk membersamai sekolah-sekolah, untuk mempersiapkan diri dalam rangka persiapan penilaian.

“Saya berpesan agar terus semangat teman-teman sekolah, kepala sekolah, tenaga pendidikan untuk mempersiapkan diri bahwa penilaian itu adalah akhir dari persiapan-persiapan kawan-kawan semua,” tambahnya.

Meskipun nanti pasti saat berada di titik ini tidaklah mudah harus bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain, untuk mencapai atau berada pada titik sekolah adjwiyata provinsi maupun nasional kemudian ke mandiri. “Semangat kekompakan dari semua sekolah itu yang kemudian bisa membawa sekolah itu ke titik ini dan itu tidak mudah. Banyak hal yang dinilai mulai tentang kebersihannya, tentang pengelolaan sampahnya, banyak item-item yang di dinilai. Jadi semua harus siap,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *