BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan dengan menggelar Job Fair Balikpapan 2025 pada 23–24 Juli mendatang di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) DOME. Tidak sekadar menjadi ajang tahunan, kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot untuk memperkuat sinergi antara perusahaan dan pencari kerja lokal.
Sebanyak 93 perusahaan telah mendaftar sebagai peserta, dengan total 1.700 lowongan kerja yang ditawarkan. Angka ini disebut masih bisa bertambah, menjadikan event ini sebagai salah satu Job Fair terbesar di Kalimantan Timur tahun ini.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar soal mencari kerja, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan warga Balikpapan.
“Pemerintah sudah membuka jalan lewat kerja sama dengan perusahaan. Jangan sampai warga Balikpapan mengeluh susah cari kerja. Ini tugas kita bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga perusahaan,” tegas Rahmad, Selasa (15/7/2025).
Rahmad juga menaruh harapan besar kepada lulusan baru yang belum melanjutkan pendidikan tinggi agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mulai meniti karier di tanah kelahiran mereka.
Tak hanya rekrutmen, Job Fair 2025 juga akan menghadirkan Forum CSR (Corporate Social Responsibility) yang akan diisi oleh perwakilan dunia usaha. Forum ini menjadi ruang edukasi dan bimbingan bagi pencari kerja, terutama yang baru pertama kali masuk ke dunia kerja.
Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan, Ani Mufaidah, forum tersebut akan memberikan wawasan mengenai proses rekrutmen, kebutuhan industri, hingga tips lolos seleksi kerja. “Anak-anak yang baru lulus bisa belajar langsung dari pelaku usaha tentang cara menyiapkan diri, agar siap bersaing,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, posisi yang tersedia mencakup berbagai sektor seperti jasa, perdagangan, perhotelan, logistik, hingga transportasi, yang merupakan tulang punggung ekonomi kota ini. “Kita ini kota jasa, sektor itu yang paling banyak menyerap tenaga kerja,” tambahnya.
Dengan keragaman formasi yang ditawarkan, Disnaker menargetkan setidaknya 50 persen dari lowongan bisa terisi dalam dua hari pelaksanaan. Pencari kerja pun diimbau menyiapkan dokumen lamaran, berpakaian rapi, dan siap menjalani wawancara langsung di tempat.
“Job Fair ini gratis dan terbuka untuk umum. Kami sudah informasikan melalui berbagai kanal. Sekarang tinggal kesiapan masyarakat untuk hadir dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” tutur Ani.
Lewat kegiatan ini, Pemkot Balikpapan berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kota ini tak hanya hadir sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah melalui kontribusi nyata dalam menyerap tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.
Job Fair 2025 bukan sekadar event rekrutmen, melainkan wujud keseriusan membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berdaya saing, dan berpihak pada putra-putri daerah.






