Kabar Baik! Hasil Rapat Evaluasi Wabup Kutim, BTS Rampung Dibangun di 18 Kecamatan Tahun Ini

KUTAI TIMUR, kaltimonline.com– Belum lama ini, Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik) Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat evaluasi bersama dengan Kementerian Telekomunikasi Republik Indonesia (RI).

Yang mana agenda tersebut berjalan melalui daring dan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim DR H Kasmidi Bulang, ST., MM, PT Telkomsel, PT Indosat, PT Exel, beberapa jajaran Diskominfo Perstik Kutim, camat, kades dan lainnya.

Pasca berlangsungnya rapat evaluasi bersama Diskominfo Staper Kutim, Wabup Kutim Kasmidi Bulang kembali dikonfirmasi ulang terkait akan hal itu, Rabu (2/8/2023), ia mengatakan rapat terkait lebih membahas pada progres pembangunan Tower dan Base Transceiver Station (BTS) yang ada di kecamatan.”Karena kita mendapatkan program dari Kementerian Telekomunikasi itu 64 pembangunan tower dan BTS,” terangnya

Ia mengungkapkan selama rapat evaluasi diketahui kebanyakan dari provinsi, termasuk pihak Telkomsel ternyata belum memiliki progres dimaksud, maka dari itu turut diinformasikan langsung kepada perwakilan Kementerian Telekomunikasi Direktorat Telekomunikasi dalam hal ini Ridwan. “Pemkab Kutim berharap rapat evaluasi ini betul-betul mengevalusi program yang dilakukan oleh kementerian dan diserahkan kepada provider untuk membangun tower di kecamatan serta desa,” ucap Kasmidi Bulang.

“Harapan kita juga, hasil rapat ini nanti permasalahan yang berkaitan dengan sinyal, telefon maupun internet tidak ada lagi di tahun yang akan datang, sebenarnya tadi sih

hampir semuanya ada akses dan sudah ada kegiatan, tapi itu ada yang memakai akses yang lama. Sementara 26 itu tadi kita evaluasi, hanya kurang lebih 10 saja yang dia bangun. Makanya tadi kita laporkan berarti yang sekitar 16 titik itu, tidak ada aktivitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada juga tower bermasalah karena berkaitan dengan lokasinya yang dubling. “Dikarenakan pada lokasi tersebut ada kegiatan Pemerintah Provinsi (Pemprov).Namun dari itu semuanya hasil rapat evaluasi kita intinya, bagaimana persoalan signal telekomunikasi mengatasi blank spot di Kutim,” kata Kasmidi Bulang lagi.

Kasmidi Bulang menegaskan, makanya melalui program kementerian, hendaknya dapat terus dimonitoring melalui pendampingan secara berkelanjutan terlebih dalam proses pembangunannya memakan biaya cukup besar, yakni anggrannya dikisaran, Rp 4 Miliar. ” Kebetulan Kutim dalam hal ini mendapat 26 titik untuk Telkomsel, 26 titik untuk Indosat serta enam titik untuk Exel. Jadi kita ada 64 titik, kan sayang kalau kita tidak maksimalkan,” imbuhnya.

Dirinya mengungkapkan sebenarnya program harus sudah berjalan sejak 2021-2022 harus terselesaikan. “Alhamdulillah rupanya mendapatkan perpanjangan waktu hingga 2023 untuk itu kita lakukan evaluasi cepat,” tutup Kasmidi Bulang.(adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *