Kegiatan Pasar Murah Oleh TIM TPID, Melibatkan Lintas Sektor

BALIKPAPAN – Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar kegiatan pasar murah di halaman parkir pasar inpres kebun sayur Balikpapan Barat. Dalam kegiatan pasar murah ini, melibatkan lintas sektor, termasuk Dinas Perdagangan, Bank Indonesia, Bulog, dan Pertamina. Dari pantauan Kaltimonline.com , antusias warga menyambut pasar murah di pasar inpres Kebun Sayur dari pagi. Pasar murah ini menyediakan berbagai bahan pokok seperti beras, minak goreng, gula, telur ayam, tepung dan beras dengan harga di bawah harga pasar.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat terutama menjelang hari besar keagamaan. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat. Dalam kegiatan pasar murah ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, TPID, serta para distributor bahan pokok penting dan strategis.
“Kami hari ini telah berkoordinasi dengan teman-teman distributor, baik distributor pangan, hortikultura, maupun bahan pokok penting dan strategis (Bapok Tik). Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujar Haemusri kepada media, Selasa (3/6/2025).
Haemusri menjelaskan, pasar murah kali ini melibatkan sebanyak 21 distributor aktif yang menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging beku, telur ayam, cabai. Serta gas elpiji 3 kg atau yang akrab disebut gas melon.
“Dari data yang kami terima, khusus untuk elpiji 3 kg, kuota yang disediakan dari tanggal 1 sampai 5 Juni mencapai 360 tabung perhari. Ini merupakan hasil kerja sama dengan Pertamina dan pihak terkait. Harganya tentu jauh di bawah harga pasar, dan ini sangat membantu masyarakat,” jelasnya.
Lanjut Haemusri, pasar murah diselenggarakan di beberapa titik strategis di Kota Balikpapan agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Khususnya yang berada di kawasan padat penduduk dan berpenghasilan rendah.
“Kami berhrap kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Iduladha. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi di daerah, mengingat permintaan terhadap bahan pokok cenderung meningkat di momen-momen hari besar keagamaan,” tegasnya.
“Kami akan terus memantau dan mengevaluasi kegiatan pasar murah ini. Bila perlu, akan diperluas cakupannya di masa mendatang,” sambungnya.
Haemusri menambahkan, adanya kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat tetap dapat merayakan Iduladha dengan tenang, layak, dan penuh keberkahan tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok. “Kegiatan ini akan terus diperluas jangkauan menjadi angenda rutin, terutama di masa masa rawan kenaikan harga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *