BALIKPAPAN– Komisi III DPRD Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan kota dengan melakukan pengawasan langsung di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan proyek-proyek berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan melalui rapat di kantor, tetapi juga melalui inspeksi langsung ke lokasi proyek.
“Kami tidak hanya duduk di kantor, tapi juga turun langsung ke lapangan. Ini bukan untuk menekan perusahaan, melainkan membangun komunikasi yang lebih baik agar semua pihak memahami tanggung jawabnya,” ujar Syarifuddin, Kamis (20/2).
Salah satu perhatian utama Komisi III adalah permasalahan banjir dan kerusakan infrastruktur yang masih menjadi tantangan di Balikpapan. Syarifuddin menyoroti kawasan Grand City yang telah diawasi sejak beberapa tahun lalu, namun belum mengalami perbaikan signifikan.
“Kami sudah beberapa kali turun ke Grand City sejak beberapa tahun lalu, tapi kondisi di sana masih sama. Ini menunjukkan bahwa solusi yang ada belum cukup efektif,” tambahnya.
Selain faktor teknis, keterbatasan anggaran dalam APBD juga menjadi kendala dalam pemeliharaan infrastruktur. Oleh karena itu, Komisi III berupaya mendorong peran serta perusahaan swasta untuk berkontribusi dalam perbaikan fasilitas umum di Balikpapan.
“Kami berharap melalui pengawasan yang lebih ketat dan komunikasi yang lebih baik dengan pihak terkait, masalah infrastruktur dapat segera teratasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Balikpapan,” pungkasnya.






