Komisi IV DPRD Balikpapan Terima Audiensi SMPN 26, Soroti Kekurangan Guru dan Keadilan Pemerataan Pendidikan

BALIKPAPAN — Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar audiensi bersama Komite SMP Negeri 26, BKPSDM, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada Senin (24/11/2025). Pertemuan ini digelar untuk mendengar langsung keresahan orang tua dan meninjau kebutuhan riil sekolah terkait kekurangan guru.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan komite menyampaikan kegelisahan para orang tua terhadap proses belajar mengajar yang dinilai tidak berjalan optimal. Banyak siswa disebut kerap memasuki kelas tanpa kehadiran guru.

“Anak-anak kami ingin belajar… tapi bagaimana mereka bisa semangat kalau sering masuk kelas tanpa guru? Mereka butuh tatap muka, butuh perhatian, butuh dibimbing,” ujar salah satu perwakilan komite dengan penuh harap.

Kepala SMPN 26 turut memaparkan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, kebutuhan ideal sekolah adalah 16 guru, sementara saat ini baru tersedia 12 guru bantu yang harus menanggung beban jam mengajar sangat padat. “Karakter dan motivasi tidak bisa dibentuk lewat layar. Kehadiran guru secara langsung itu penting,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan menegaskan bahwa pemerataan guru merupakan hal fundamental dalam memastikan keadilan pendidikan.

“Jangan sampai ada sekolah yang penuh guru, sementara SMP 26 kekurangan. Anak-anak ini butuh keadilan. ASN juga harus ditempatkan di sana. Kita ingin semua sekolah punya kualitas dan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Dari pihak BKPSDM, disampaikan bahwa penugasan guru ASN masih dalam proses. SMPN 26 disebut tengah menunggu penyempurnaan izin operasional sehingga penempatan tenaga pendidik dilakukan secara bertahap sesuai alur regulasi. “Karena izin SMP 26 masih berproses, penempatan guru pun sedang kami sesuaikan bertahap,” jelas perwakilan BKPSDM.

Komisi IV menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian persoalan kekurangan guru, termasuk melalui penguatan formasi KKI 2026. DPRD meminta agar kebutuhan tenaga pendidik di SMPN 26 menjadi prioritas agar setiap anak mendapatkan haknya: belajar dengan layak, aman, dan setara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *