BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus berkomitmen terhadap penyediaan air bersih dan permasalahan banjir di kota Balikpapan.
Menurut Walikota Balikpapan Rahmad Masud, Balikpapan menghadapi tantangan besar dengan defisit air baku mencapai 920 liter per detik.
Keterbatasan sumber air menjadi kendala serius karena karena Balikpapan tidak memiliki sungai besar sebagai pemasok utama air baku. Adapun langkah menyelesaikan permasalahan air bersih, dengan mengoptimalkan pasokan air dari Bendung Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam sebagai solusi jangka panjang.
Selain itu, peningkatan kapasitas infrastruktur pengolahan air juga sedang dilakukan agar distribusi lebih merata dan stabil.
“Pemerintah terus memperkuat kerja sama dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk memastikan ketersediaan air bersih, terutama di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan,” katanya, Jumat (13/3/2025).
Rahmad menjelaskan, untuk pengendalian banjir juga menjadi perhatian serius. Pemkot Balikpapan akan melanjutkan proyek pembangunan drainase dan bendali di Sungai Ampal, salah satu titik rawan banjir utama. Selain itu, pemkot kini memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani banjir di kawasan Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur, yang kerap mengalami genangan saat hujan deras.
Rahmad menegaskan bahwa investasi infrastruktur ini bukan hanya untuk mengatasi masalah saat ini, tetapi juga untuk menjamin kesejahteraan generasi mendatang.
”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang telah dirancang,” ujarnya.
“Kami harus bergerak cepat agar Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman untuk dihuni. Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, kami bisa mengatasi tantangan ini secara bertahap,” tutupnya.






