KPB Perkuat Sistem Keselamatan Menjelang Pengoperasian Awal RFCC Balikpapan

BALIKPAPAN– Menjelang pengoperasian awal unit di kawasan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memastikan seluruh sistem keselamatan siap digunakan dengan memperkenalkan rangkaian teknologi proteksi kebakaran terbaru yang telah dipasang di area Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Langkah ini menjadi salah satu penguatan penting dalam memasuki fase operasional awal kilang yang memiliki kompleksitas tinggi.

KPB mengintegrasikan ribuan perangkat keselamatan ke dalam satu jaringan pengendalian terpusat. Lebih dari 3.900 titik proteksi kini aktif melakukan pemantauan otomatis terhadap area operasional, mengirimkan data real-time kepada operator di ruang kendali. Dengan pemantauan yang terukur dan respons yang cepat, setiap potensi bahaya dapat terdeteksi sejak dini sehingga meminimalkan risiko gangguan terhadap operasional kilang.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa keamanan serta keselamatan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kilang Balikpapan. Menurutnya, kesiapan sistem proteksi merupakan keharusan ketika fasilitas memasuki masa operasi awal yang sarat risiko. “Kami memastikan setiap potensi bahaya dapat ditangani secara cepat, terukur, dan sesuai standar internasional,” ujarnya.

Salah satu teknologi utama yang disiapkan adalah Fire Gas Detection System (FGDS). Sistem ini mencakup Flame Detector berbasis sensor ultraviolet dan inframerah, serta Fixed Gas Detector yang mampu mengenali keberadaan gas berbahaya seperti hidrokarbon, hidrogen, amonia, dan karbon monoksida. Seluruh perangkat dirancang bekerja optimal dalam kondisi ekstrem yang umum terjadi di fasilitas pengolahan minyak.

Selain deteksi dini, KPB juga memperkuat sistem penanggulangan aktif dengan memasang teknologi pemadam otomatis FM-200, yang efektif memadamkan api tanpa meninggalkan residu dan aman untuk peralatan elektronik penting. Area luar kilang turut diperkuat dengan APAR, hydrant, jaringan selang air, dan kendaraan pemadam khusus.

Seluruh aktivitas pengendalian terpusat di Main Control Room (MCR), tempat operator memonitor alarm, sensor, serta tayangan CCTV. KPB juga menerapkan proteksi pasif berupa pelapisan material tahan panas pada struktur baja untuk memperlambat penyebaran api.

Untuk memastikan semua perangkat bekerja sesuai standar, perusahaan menggelar latihan darurat di area RFCC dengan skenario kebakaran pada kompresor bertekanan tinggi. Simulasi melibatkan tim operasi dan HSSE, termasuk proses evakuasi dan penanggulangan insiden.

Seluruh rangkaian penguatan ini merupakan bagian dari implementasi Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS). KPB menegaskan komitmennya mengoperasikan kilang berstandar internasional dan mendukung Proyek Strategis Nasional untuk meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan menjadi 360 ribu barel per hari.

Dengan sistem proteksi berlapis yang semakin siap, KPB optimistis pengoperasian awal RFCC dapat berjalan aman, andal, dan memberi kontribusi signifikan bagi peningkatan nilai produk kilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *