BALIKPAPAN -Ketika gelombang besar menghantam garis pantai, perlindungan pesisir tidak selalu harus mengandalkan tanggul beton. Vegetasi mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir juga memiliki peran penting sebagai benteng alami untuk meredam dampak gelombang sekaligus menjaga ekosistem.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Mustamin, mengatakan keberadaan mangrove merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan kawasan pesisir.
Menurutnya, mangrove tidak hanya berfungsi menahan ancaman abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis satwa dan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Yang menjaga garis pantai saat ombak besar datang bukan hanya tanggul atau beton, tetapi juga mangrove,” kata Mustamin, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan ekosistem mangrove memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perlindungan fisik terhadap garis pantai. Vegetasi tersebut menjadi tempat hidup dan berkembang berbagai jenis biota sekaligus membantu menyerap karbon.
Karena itu, keberadaan mangrove perlu dipandang sebagai aset lingkungan yang harus dijaga dalam jangka panjang, khususnya bagi daerah yang memiliki kawasan pesisir seperti Balikpapan.
Mustamin menilai kesadaran terhadap pentingnya mangrove sering kali baru muncul ketika terjadi bencana atau kerusakan lingkungan. Padahal, fungsi perlindungan mangrove bekerja jauh sebelum ancaman tersebut terjadi.
“Kita baru menyadari pentingnya mangrove ketika bencana. Padahal, mangrove bukan hanya untuk menghadapi bencana, tetapi merupakan bagian dari sistem perlindungan pesisir yang harus dijaga sejak awal,” ujarnya.
Menurut Mustamin, menjaga mangrove tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun komunitas pemerhati lingkungan. Perlindungan kawasan mangrove membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.
Kawasan mangrove yang terjaga dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan pesisir bagi generasi mendatang.
“Mangrove bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas lingkungan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki ekosistem mangrove yang sangat luas dan menjadi salah satu negara penting dalam pelestarian mangrove dunia. Kondisi tersebut menjadi alasan semakin kuat untuk menjaga ekosistem pesisir dari kerusakan.
Di tingkat daerah, upaya mempertahankan mangrove juga menjadi bagian dari menjaga keseimbangan antara pembangunan kota dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan demikian, mangrove tidak semestinya hanya dilihat sebagai kumpulan pepohonan di tepi laut. Keberadaannya merupakan investasi ekologis yang membantu melindungi garis pantai, menyediakan habitat satwa, menyerap karbon dan mempertahankan keseimbangan ekosistem.
DLH Balikpapan mendorong agar kesadaran tersebut tumbuh sebelum kerusakan terjadi. Sebab, menjaga mangrove sejak sekarang berarti memperkuat perlindungan pesisir untuk menghadapi tekanan lingkungan di masa mendatang.(*)





