Menuju Kabupaten Cerdas, Diskominfo Staper Kutim Terus Gaungkan Smart City

KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Program Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berbasis “Smart City ” terus digadang – gadang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim. Hal ini ditandai melalui Sosialisasi Smart City, di Hotel Royal Victoria Sangatta, yang baru saja digelar.

Terkait akan hal itu, secara terpisah awak media mewawancarai Kepala bidang Aplikasi informatika Diskominfo Kutai Timur Diar Fauzi Wiranata RA, Senin (27/11/2023) yang menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menjalankan program menuju kota cerdas.

“Tentunya melalui pelaksanaan enam dimensi Smart City yaitu Smart Government, Smart Economy, Smart Living, Smart Branding, Smart Society, Smart Environment,” ujar Diaz.

Beberapa waktu lalu Kutai Timur telah melakukan evaluasi program smart city tahap ke II, dimana masih terdapat beberapa perbaikan yang disampaikan oleh para assesor yang harus di penuhi.

Diaz menambahkan, Selain itu review terkait evaluasi juga telah dilaksanakan yang bertujuan untuk memperbaikikekurangan hasil evaluasi dengan melakukan penyampaian dokumen.

“Untuk itu dalam rangka kesinambungan program yang telah berjalan dengan baik dan pengembangan inovasi yang relevan dengan kondisi terkini,” tambahnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono mengatakan konsep penbangunan smart city sendiri merupakan pembangunan yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.

“Serta selalu meluncurkan inovasi agar masyarakat lebih aman, nyaman, mudah, sehat dan makmur. Yang tentu saja didukung oleh kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi sehingga dapat memperbaiki kinerja dan meningkatkan efisiensi,” jelas Poniso.

Poniso menambahkan, agar program smart city bisa sesuai dengan yang diharapkan, perlunya peningkatan keterampilan dan profesionalitas pegawai yang ditugasi dalam menangani smart city.

“Selain itu, smart city tidak hanya selalu soal penggunaan teknologi atau pembangunan semata, yang lebih penting adalah bagaimana dapat membangun pola pikir, sikap dan karakter Masyarakat Yang Lebih Baik,” tutupnya.(adv/diskominfo staper kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *