BALIKPAPAN-Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk proyek pembangunan RS Sayang Ibu masih menggantung. Meski empat fraksi di DPRD Balikpapan yakni PKB, Gerindra, PDIP, dan Nasdem telah merekomendasikan pembentukan pansus, keputusan final disebut bergantung pada hasil audit yang saat ini masih berjalan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Halili Adinegara, menegaskan fraksinya belum mengubah sikap. Namun, langkah politik lanjutan tetap menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Inspektorat.
“Kalau Fraksi PKB sampai saat ini masih solid. Tapi terkait pansus, kita tunggu hasil audit dari BPK dan Inspektorat,” ujarnya, Senin (23/2/2026), di Kantor DPRD Balikpapan.
Menurut Halili, pembentukan pansus tidak bisa dilepaskan dari hasil pemeriksaan di lapangan. Jika auditor menemukan adanya pelanggaran atau temuan signifikan, DPRD akan melanjutkan pembentukan pansus sebagai bagian dari fungsi pengawasan.
“Kalau nanti Inspektorat dan BPK ada temuan, kami jalankan pansus. Tapi kalau tidak ada temuan, apa yang mau dipansuskan,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga kini proses audit masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi. Hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan melalui Ketua DPRD maupun Wali Kota Balikpapan sebelum DPRD mengambil keputusan lanjutan.
Menanggapi rumor adanya fraksi yang menarik usulan pansus, Halili memastikan Fraksi PKB belum pernah melakukan penarikan surat rekomendasi. “Tidak ada penarikan dari Fraksi PKB. Tapi kami tidak tahu kalau fraksi lain,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, kelanjutan pansus proyek RS Sayang Ibu kini berada di tangan hasil audit. DPRD memilih menahan diri hingga laporan resmi dari BPK dan Inspektorat keluar.
Sikap ini dinilai sebagai upaya menjaga objektivitas dan memastikan setiap keputusan politik memiliki dasar yang kuat. Jika ditemukan persoalan dalam proyek, pansus akan menjadi instrumen pengawasan lanjutan. Namun jika tidak ada temuan, wacana tersebut dinilai tidak memiliki urgensi.
Untuk sementara, warga Balikpapan masih menunggu hasil audit yang akan menjadi penentu arah kebijakan DPRD terhadap proyek strategis yang diharapkan warga Kecamatan Balikpapan Barat.(*)






