BALIKPAPAN– Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat kembali mendapat sorotan tajam dari DPRD Kota Balikpapan. Lambatnya progres pengerjaan serta dampak negatif terhadap warga sekitar menjadi perhatian serius, terutama dari Komisi IV DPRD Balikpapan.
Dalam inspeksi lapangan yang dilakukan Senin (3/3/2025), anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, menemukan sejumlah permasalahan yang cukup krusial. Selain minimnya perkembangan proyek, aktivitas pembangunan juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan infrastruktur sekitar.
“Warga mengeluhkan pagar dan bangunan rumah mereka rusak akibat proyek ini. Bahkan, jalan lingkungan juga mengalami kerusakan, ada beberapa titik yang sampai amblas,” ungkap Sufyan dalam keterangannya, Selasa (4/3/2025).
Dewan menilai, kontraktor seharusnya lebih proaktif dalam mengantisipasi dampak yang ditimbulkan sebelum proyek dimulai. Namun, kenyataannya, permasalahan seperti ini terus berulang.
Selain permasalahan lingkungan, DPRD juga mengkritisi lambatnya progres pembangunan. Berdasarkan laporan kontraktor, hingga saat ini pengerjaan baru mencapai 12,5 persen, hanya meningkat 0,5 persen dari laporan sebelumnya.
Padahal, pemerintah telah memberikan perpanjangan waktu 180 hari sejak Januari 2025 agar proyek senilai Rp106 miliar ini dapat segera diselesaikan.
“Kalau peningkatannya hanya setengah persen dalam beberapa waktu, ini jelas menunjukkan tidak ada perkembangan signifikan. Proyek ini tidak boleh berlarut-larut, karena masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kesehatan ini,” tegas Sufyan.
DPRD mendesak kontraktor agar lebih serius dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek. Mereka juga mengingatkan agar dana yang telah dikucurkan digunakan secara maksimal, sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai rencana tanpa hambatan yang berulang.
“Ini proyek besar dengan anggaran besar, jadi harus dikerjakan dengan maksimal dan sesuai jadwal,” pungkasnya.






