Pemkot Balikpapan Dorong Sinergi Daerah untuk Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas daerah. Upaya ini diwujudkan dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) yang digelar pada Kamis, 6 November 2025, dengan agenda penandatanganan sejumlah kerja sama strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan pasokan bahan pokok.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Perumda Manuntung Sukses dan Perumda Takajaya Kabupaten Paser, penyerahan hibah satu unit truk operasional dari Bank Indonesia, serta satu unit mobil pickup dari Bankaltimtara. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kontrak farming antara Perumda Manuntung Sukses dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antarwilayah dalam menjaga pasokan bahan pokok, terutama di tengah fluktuasi harga yang sering terjadi menjelang akhir tahun.

“Semoga pertemuan ini menjadi forum strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pengendalian inflasi di Kota Balikpapan, sekaligus menyinkronkan program dan kegiatan antar-TPID serta seluruh lembaga terkait,” ujar Bagus, Jumat (7/11/2025) di Balai Kota Balikpapan.

Menurutnya, Balikpapan sebagai kota konsumsi sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Karena itu, kerja sama antarperusahaan daerah dan kelompok tani menjadi langkah nyata untuk menjaga ketersediaan bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau.

“Jika stabilitas pasokan dapat diwujudkan, kualitas hidup warga akan meningkat dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Bagus menambahkan, TPID Balikpapan selama ini menerapkan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Namun, ia menilai tantangan ekonomi ke depan memerlukan terobosan baru agar pengendalian inflasi lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Saya yakin ketika komunikasi dan koordinasi antaranggota TPID dilakukan secara intensif, akan muncul banyak solusi kreatif dalam menjaga stabilitas inflasi di Balikpapan,” ujarnya optimistis.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot berharap pengendalian inflasi tidak hanya menjaga harga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha dan petani lokal.
“Kita tidak hanya menjaga harga, tetapi juga membangun kemandirian pangan serta memperkuat ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir,” pungkas Bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *