BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan sangat mendukung dan berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan stunting.
“Saya sangat mengapresiasi Komandan WP yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini bukan hanya tentang hidup sehat, tetapi juga tentang
pemberdayaan ekonomi UMKM. Semoga kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kecamatan lain di Kota Balikpapan,” ujar Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Minggu (23/2/2025).
Bagus mengaku, untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah berjalan di Balikpapan. Menurut informasi yang diterimanya dari pihak terkait, program ini telah menjangkau sekitar 3.300 siswa di beberapa sekolah. Ia berharap cakupan program ini bisa diperluas ke seluruh sekolah di kota tersebut sebagai langkah konkret dalam mencegah stunting.
”Pemerintah kota sangat memperhatikan permasalahan stunting di Kota Balikpapan, tidak boleh hanya sebatas bagi warga yang telah memiliki KTP Balikpapan. Mengingat kota ini merupakan salah satu pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN), banyak pendatang yang datang untuk mencari penghidupan,” ujarnya.
Bagus menambahkan, agar aparat di tingkat RT, lurah, dan camat untuk mengayomi para pendatang dan mendorong mereka untuk mendaftarkan diri secara resmi.
“Kita sebagai tuan rumah dan pemerintah kota harus selalu merangkul mereka. Syukur-syukur nantinya mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan berkontribusi bagi perkembangan Balikpapan,” tegasnya.
Bagus menambahkan, pentingya menggelar berbagai event yang mendorong pertumbuhan UMKM dan gerakan pencegahan stunting, seperti yang dilakukan oleh Bapin Captive Mask. Menurutnya, kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan bersama.
”Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dalam upaya pemberantasan stunting dan pemberdayaan ekonomi, tentunya diharapkan ada ajang penghargaan khusus bagi pihak-pihak yang telah berkontribusi besar dalam program ini,” tutupnya.






