KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Budaya tercela tindakan korupsi kerap mewarnai negeri ini.Untuk itu dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Bupati Kutai Timur (Kutim) menegaskan untuk memeranginya.
“Sehingga harus kita lawan sejak dini, karena akan sulit mengatasinya, apabila telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan. Baik kehidupan kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, apalagi kehidupan yang di tengah-tengah masyarakat,” terang Bupati Ardiansyah.
Bupati Ardiansyah menegaskan korupsi haruslah diantisipasi sedari awal, karena korupsi itu bisa masuk dari berbagai kesempatan dan tempat. Maka sejak dini pula, kita harus menyiapkan diri untuk tidak memberikan peluang itu di dalam kehidupan kita. Oleh karenanya, dalam rangka untuk mencegah dan bahkan meniadakan hal tersebut, hanya satu kata yang barangkali dalam kesempatan ini saya sampaikan, kita harus selalu waspada dan saling mengingatkan.
Genderang perang terhadap korupsi ditandai melalui Sosialisasi Anti Korupsi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sedunia, yang baru saja digelar berlangsung di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi Sangatta.
Didalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, lanjut orang nomor satu di Pemkab Kutim ini, bahwa di dalam negara yang demokratis dan berkeadilan, maka yang paling mendasar harus memiliki kesadaran, bahwa salah satu ancaman yang memang sedang dihadapi sekarang ini, tidak hanya di negara Indonesia saja, bahkan di dunia yaitu adalah korupsi.
Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum dan etika, jelas Bupati Ardiansyah, saat diwawancarai secara terpisah, Kamis (16/11/2023).
Menurut Bupati Ardiansyah korupsi merupakan tindakan yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), karena dia (korupsi) akan menggerogoti hak orang lain, yang di dalamnya memberikan kesan yang sangat berbahaya bagi masyarakat.
“Publik harus kita sadarkan, bahwa korupsi itu adalah kejahatan yang luar biasa dan harus juga kita hadapi dengan cara yang sangat luar biasa,” tuturnya .
Lebih jauh ia menuturkan, pencegahan adalah salah satu pekerjaan yang memang harus dilakukan dan memang ini memang berat. Oleh karenanya, pekerjaan tersebut harus bersama-sama dilakukan dan yang terpenting memiliki komitmen, baik dalam rangka strategi pencegahannya ataupun hal-hal lainnya.
“Sebagaimana hari ini, kita mengundang dari KPK. Beliau (pemateri) adalah bidang pencegahan dan Korwil Kaltim punya tugas yang cukup berat. Tapi kalau kita bersama-sama Insyah Allah ini akan kita bisa menghindarinya,” ujar orang nomor satunya di Pemkab Kutim ini.
Agenda Sosialisasi Anti Korupsi dihadiri Wakil Bupati Kasmdi Bulang, Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zubair, para Staf Ahli Bupati, Kepala Inspektorat Kabupaten Kutim Muhammad Hamdan, Kepala Perangkat Daerah lainnya, Wakil Ketua I DPRD Kutim Asti Mazar, Tim Komisi Pemberantasan, Koordinator Wilayah pencegahan dan KPK khusus wilayah Kaltim Rusfian dan jajarannya serta undangan lainnya. (adv/diskominfo staper kutim)






