BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sistem kesehatan masyarakat dengan menghadirkan tujuh Rabies Center yang tersebar di enam kecamatan. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan target Kota Bebas Rabies tahun 2030, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan cepat dan tepat saat terjadi kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa pembentukan Rabies Center merupakan bagian dari strategi pencegahan dini berbasis masyarakat. Melalui layanan ini, warga dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa harus menunggu lama.
“Kami ingin seluruh masyarakat tahu ke mana harus pergi ketika tergigit hewan yang berisiko rabies. Penanganan cepat dalam 24 jam pertama sangat penting dan dapat menyelamatkan nyawa,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Balikpapan, Jumat (7/11/2025).
Ketujuh Rabies Center tersebut berada di Puskesmas Klandasan Ilir, Mekar Sari, Baru Ulu, Kariangau, Karang Joang, Sepinggan, dan Manggar Baru. Masing-masing pusat layanan dilengkapi fasilitas Vaksin Anti-Rabies (VAR), Serum Anti-Rabies (SAR), serta tenaga medis terlatih yang memahami prosedur penanganan kasus gigitan hewan sesuai standar medis nasional.
Alwiati menambahkan, seluruh Rabies Center menerapkan protokol yang sama, mulai dari pencucian luka selama minimal 15 menit menggunakan air mengalir dan sabun, pemberian vaksin, hingga pemantauan lanjutan terhadap pasien. Dengan sistem terintegrasi ini, Balikpapan menjadi salah satu kota di Kalimantan Timur yang memiliki jaringan penanganan rabies paling siap.
Menurut data Dinas Kesehatan Balikpapan, sepanjang tahun 2024 tercatat 180 kasus gigitan hewan, mayoritas disebabkan oleh anjing peliharaan. Meski belum ditemukan kasus positif rabies pada manusia, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui kampanye vaksinasi hewan dan edukasi publik secara berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot Balikpapan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) untuk menggelar vaksinasi rabies massal bagi hewan peliharaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Melalui kehadiran Rabies Center ini, Balikpapan menegaskan komitmennya membangun sistem kesehatan tanggap darurat yang tidak hanya melindungi manusia, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.






