Pertumbuhan Kafe dan Wisata Baru Dongkrak Pajak Daerah, BPPDRD Balikpapan Optimis Capaian Meningkat

BALIKPAPAN — Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan menyampaikan optimisme terhadap peningkatan pendapatan pajak daerah pada tahun ini. Keyakinan tersebut didorong oleh pesatnya pertumbuhan sektor kuliner dan pariwisata yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus sumber penerimaan pajak baru.

Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham Mustari, mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir jumlah kafe, coffee shop, dan restoran di berbagai kawasan kota mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan tersebut turut berkontribusi terhadap naiknya Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya dari sektor rumah makan dan usaha kuliner sejenis.

“Banyaknya kafe, coffee shop, dan rumah makan yang baru buka tentu berdampak terhadap pajak daerah. Itu masuk ke PBJT restoran dan sejenisnya,” jelas Idham saat ditemui di halaman Pemkot Balikpapan, Rabu (12/11/2025).

Menurut Idham, meski terdapat beberapa usaha yang harus tutup karena persaingan atau faktor ekonomi, jumlah pelaku usaha baru masih jauh lebih banyak. Kondisi ini membuat kontribusi pajak tetap tumbuh positif dan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam realisasi pendapatan daerah.

Selain sektor kuliner, Idham juga menyoroti perkembangan kawasan wisata baru, seperti Wisata Setapak Manggar di Balikpapan Timur. Destinasi wisata berbasis alam ini menawarkan fasilitas penginapan, cottage, hingga kegiatan wisata air, yang dinilai mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Ada cottage, penginapan, dan kegiatan wisata di sungai. Itu pasti berdampak positif bagi pajak daerah,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kemudahan layanan kepada masyarakat, BPPDRD juga terus berinovasi melalui program mobil pelayanan pajak jemput bola. Layanan ini mendatangi langsung kawasan perumahan dan permukiman untuk memfasilitasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tanpa harus datang ke kantor.

“Kita punya mobil pelayanan yang datang langsung ke warga, jadi mereka tidak perlu lagi ke kantor. Ini sangat membantu masyarakat dan mempercepat realisasi pembayaran pajak,” kata Idham.

Dengan kombinasi antara pertumbuhan sektor usaha baru dan layanan yang semakin mudah diakses, BPPDRD Balikpapan optimistis target penerimaan pajak daerah tahun ini dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui proyeksi awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *