BALIKPAPAN -Upaya pengelolaan sampah di Kota Balikpapan terus mendapat perhatian, tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga pihak swasta. PT PLN (Persero) UID Kaltimra melalui UP3 Balikpapan mendukung pengelolaan Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) di SMKN 5 Balikpapan, Selasa (23/9/2025), lewat program PLN Peduli.
Bantuan PLN berupa workshop, penambahan mesin pres plastik, serta kendaraan roda tiga listrik untuk menjemput dan memobilisasi sampah plastik dari masyarakat maupun mitra penyumbang.
Plt. Sekretaris DLH Balikpapan, Dody Yulianto, menyebut Bank Sampah SPI menjadi pionir sekolah ramah lingkungan yang patut dicontoh. “Saat ini jumlah bank sampah di Balikpapan sudah bertambah menjadi 107 unit, termasuk Bank Sampah SPI di SMKN 5. Kehadiran bank sampah sekolah ini sangat menarik, bisa jadi pionir, dan patut dicontoh sekolah-sekolah lain,” ujarnya.
Dukungan PLN tahun ini lebih komprehensif. Manager PLN UP3 Balikpapan, Arif Prastyanto, mengatakan, “Selain workshop, kami juga menambah mesin pres dan kendaraan roda tiga berbasis listrik untuk memudahkan mobilisasi sampah plastik. Hal ini penting karena bahan baku utama produk akhir bank sampah memang berasal dari plastik.”
Sementara itu, Kepala SMKN 5 Balikpapan, Mohamad Arifin, mengapresiasi kontribusi PLN. “Sampah dari pantai yang kami kumpulkan bisa dikelola dengan lebih baik berkat dukungan alat dari PLN. Harapannya, program ini bisa menjadi pionir di sekolah kami dan berkembang ke sekolah-sekolah lain,” tuturnya.
Dengan kolaborasi pemerintah, swasta, dan sekolah, Bank Sampah SPI di SMKN 5 Balikpapan diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis pendidikan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung ekonomi sirkular.






