BALIKPAPAN- Komisi IV DPRD Kota Balikpapan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Meski juknis belum diterbitkan, persiapan awal di tingkat daerah disebut telah mulai dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyampaikan bahwa secara umum kesiapan pelaksanaan SPMB sudah berada di jalur yang tepat. Ia optimistis proses penerimaan peserta didik baru dapat berjalan lancar meski masih menunggu pedoman resmi dari pemerintah pusat.
“Insyaallah persiapan sudah berjalan dengan baik,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Gasali menjelaskan, tahapan SPMB biasanya dimulai sejak April dan berlangsung hingga menjelang tahun ajaran baru. Oleh karena itu, keberadaan juknis sangat penting sebagai acuan bagi sekolah, orang tua, maupun calon siswa agar proses berjalan tertib dan transparan.
Di sisi lain, pemerintah kota juga terus meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan guna mengantisipasi lonjakan jumlah siswa. Salah satu upaya tersebut adalah pembangunan sekolah baru, seperti SD 022 Balikpapan Timur yang berlokasi di Manggar.
Sekolah tersebut memiliki sembilan ruang kelas dengan kapasitas hingga 768 siswa. Pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp19,2 miliar yang bersumber dari APBD 2025. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan daya tampung dan memecah penumpukan siswa di sekolah tertentu.
Selain itu, sejumlah sekolah baru lainnya juga telah menerima angkatan kedua, sehingga membantu pemerataan jumlah siswa di berbagai wilayah di Balikpapan.
Meski demikian, untuk jenjang SMP, Gasali menilai masih diperlukan tambahan sekolah baru, khususnya di Balikpapan Timur. Saat ini terdapat enam SMP di wilayah tersebut, namun dinilai belum cukup untuk menampung jumlah lulusan SD yang terus meningkat.
“Masih kurang satu sekolah lagi untuk mengatasi kekurangan daya tampung siswa,” ungkapnya.
Komisi IV DPRD Balikpapan menegaskan akan terus mendorong pemerintah kota untuk meningkatkan pembangunan fasilitas pendidikan. Hal ini penting agar pelaksanaan SPMB ke depan semakin optimal dan tidak menimbulkan persoalan klasik seperti kekurangan daya tampung.
Gasali berharap juknis SPMB 2026/2027 segera diterbitkan, sehingga seluruh pihak memiliki pedoman yang jelas. “Kami berharap juknis segera keluar agar proses penerimaan siswa baru bisa berjalan lancar, transparan, dan terarah,” tutupnya.






