TENGGARONG – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus mendorong peningkatan kualitas SDM ekonomi kreatif melalui program pelatihan dan sertifikasi. Salah satu program tahun ini adalah sertifikasi videografi, yang merupakan kelanjutan dari workshop berbasis kompetensi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menyampaikan bahwa pelatihan videografi sebelumnya mencakup teori dan praktik pembuatan video iklan produk UMKM.
“Tahun ini kami lanjutkan ke tahap sertifikasi agar keterampilan peserta mendapat pengakuan resmi,” ujarnya.
Selain videografi, Dispar Kukar juga menggelar workshop di bidang fotografi, animasi, dan kriya, yang sesuai dengan sektor unggulan ekonomi kreatif Kukar seperti seni pertunjukan, kuliner, dan kriya. Sektor potensial yang turut dikembangkan mencakup fotografi, film animasi video, dan musik.
Pelatihan ditujukan bagi peserta berpengalaman, dengan kuota 30 orang per sesi dan lokasi menyesuaikan kebutuhan, baik di kecamatan maupun di Tenggarong. Peserta mendapat fasilitas akomodasi, uang saku, dan sertifikat pelatihan. Sementara itu, sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Adanya efisiensi anggaran, jumlah pelatihan tahun ini berkurang hingga 50–60 persen, dari enam menjadi tiga sesi. Dispar Kukar merespons hal ini dengan merancang metode pelatihan daring sebagai solusi berkelanjutan. “Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, metode pelatihan juga harus inovatif,” tegasnya.
Ia menambahkan, menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Kukar harus menyiapkan tenaga kerja kreatif yang kompetitif.
“Dengan sertifikasi, mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga legalitas yang diakui negara,” tutupnya.






