BALIKPAPAN-Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, meninjau langsung Waduk Wonorejo di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (19/7/2025). Tinjauan ini merupakan respons terhadap keluhan warga yang kerap terdampak genangan saat hujan deras.
Dalam tinjauan tersebut, Bagus menyampaikan bahwa kondisi waduk secara konstruksi masih cukup baik. Saluran spillway (pelimpah) dan pintu air juga berfungsi. Namun, ia menyoroti pentingnya pengerukan rutin, karena sedimentasi menjadi salah satu penyebab genangan saat hujan tinggi.
“UPTD PU sudah rutin melakukan pengerukan tiap tahun, tapi kita butuh kajian lebih detail. Harus dihitung daya tampung aktualnya terhadap intensitas hujan ekstrem,” ujarnya, pada hari Minggu, 20 Juli 2025.
Ia juga menyarankan pelebaran saluran menuju Perumahan Sosial di Batu Ampar untuk mengoptimalkan aliran air keluar dari waduk. Selain mendorong upaya teknis dari pemerintah, Bagus juga menyerukan partisipasi aktif dari warga sekitar.
Bagus meminta RT dan lurah setempat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan saluran lingkungan.
“Jangan hanya mengeluh dan memaki-maki di media sosial. Pemerintah terbuka menerima kritik, tapi lebih baik jika disertai solusi. Kritik yang membangun itu justru sangat kami butuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, upaya pengendalian banjir di Balikpapan bukanlah proyek instan, tapi program berkelanjutan yang memerlukan kerja simultan lintas sektor mulai dari pengendalian air hujan, pemeliharaan waduk, hingga pelayanan air bersih.
Bagus menegaskan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan kini semakin fokus menangani persoalan genangan dan banjir secara terstruktur. Waduk Wonorejo menjadi salah satu kunci dari strategi tersebut.
“Ini bukan sekadar urusan teknis, tapi menyangkut kualitas hidup warga. Kita akan selesaikan satu per satu. Mudah-mudahan ini bisa sejalan dengan pelayanan air bersih ke depan,” pungkasnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, banjir yang sempat terjadi berlangsung sekitar dua jam dan langsung surut. Artinya saluran ini sebenarnya sudah cukup lancar.
Lebih dari sekadar fungsi pengendali banjir, Bagus melihat potensi besar Waduk Wonorejo untuk menjadi tumpuan ganda dalam menahan banjir dan menyuplai kebutuhan air baku kota.
Ia mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk mengkaji kemungkinan pemanfaatan waduk sebagai sumber air bersih.
“Kalau ada yang mancing, berarti ikan hidup di sini. Tapi kita tetap harus cek kualitas airnya, apakah ada kandungan besi, magnesium, atau unsur lain yang bisa mempengaruhi kelayakan air minum,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan waduk untuk air baku harus berbasis kajian teknis yang matang dan standar higienis yang ketat. Namun yang jelas, kata dia, Waduk Wonorejo ini tidak pernah kering, jadi potensinya ada.






