BALIKPAPAN — Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memaksimalkan serapan anggaran dan menunda seluruh perjalanan dinas sebelum target serapan tercapai.
“Saya sudah imbau kepala dinas, tidak boleh ada perjalanan dinas sebelum serapan anggaran mencapai target. Karena kita juga terus dimonitor oleh Kementerian Dalam Negeri,” tegas Rahmad, Kamis (13/11/2025).
Hingga pertengahan November, serapan anggaran Pemkot Balikpapan masih berada pada kategori kuning, atau di bawah 70 persen. Meski demikian, progres fisik di lapangan telah mencapai sekitar 80 persen. Kondisi ini, kata Rahmad, terjadi karena banyak pekerjaan yang sudah berjalan namun belum bisa dibayarkan hingga pekerjaannya benar-benar rampung sesuai aturan.
“Kita target masih kuning, belum hijau, tapi juga tidak merah. Artinya serapan belum 70 persen, namun progres fisik hampir 80 persen. Banyak kegiatan yang sudah jalan, tapi pembayarannya menunggu pekerjaan selesai,” jelasnya.
Rahmad menekankan pentingnya percepatan agar serapan anggaran meningkat signifikan menjelang akhir tahun anggaran. Ia meminta seluruh kepala dinas bekerja lebih cepat dan tidak menumpuk proses realisasi di penghujung tahun.
“Jangan menunggu akhir tahun baru dikejar-kejar. Kalau serapan lambat, dampaknya besar untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Wali Kota menambahkan bahwa pemerintah pusat terus memantau kinerja keuangan daerah, termasuk realisasi anggaran dan capaian fisik proyek. Karena itu, percepatan serapan tidak hanya soal kepatuhan administrasi, tetapi berkaitan langsung dengan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Kita ingin Balikpapan menjadi contoh daerah yang disiplin administrasi dan tertib mengelola anggaran. Karena uang yang kita kelola adalah amanah rakyat,” ujarnya.
Selain itu, percepatan serapan anggaran diyakini akan memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. Rahmad menilai, semakin cepat proyek dan kegiatan terlaksana, semakin cepat pula dana mengalir ke masyarakat, terutama pelaku usaha dan kontraktor lokal.
“Semakin cepat kegiatan berjalan, semakin cepat uang berputar di masyarakat. Itu sangat membantu ekonomi kota,” pungkas Rahmad.






