BALIKPAPAN,Kaltimonline.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan untuk stok komoditas pangan di Balikpapan masih dalam kondisi aman menjelang akhir tahun 2024. Kendati demikian, untuk evaluasi lebih rinci akan dilakukan dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada awal Desember mendatang. Demikian diungkapkan Sekertaris Kota Balikpapan Muhaimin, Minggu (1/12/2024)
Dalam rapat TPID nanti akan melibatkan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, dan Bagian Ekonomi.
‘“Kami akui kini kondisi stok pangan aman. Rilis resmi akan kami sampaikan setelah rapat TPID. Biasanya, kita akan membahas apakah ada perubahan signifikan atau tidak,” ujar Muhaimin saat ditemui di Balikpapan, Minggu (1/12/2024).
Lanjut Muhaimin, untuk inflasi di Balikpapan saat ini relatif rendah. Meski begitu, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Ini hukum pasar yang wajar. Kita harapkan kenaikannya tetap terkendali dan tidak bergejolak,” ujarnya.
Muhaimin mengaku, adapun beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi harga pangan di antaranya kondisi cuaca, banjir, dan keterlambatan pengiriman akibat gelombang tinggi.
“Biasanya, cuaca hujan terus-menerus dan ombak besar dapat menyebabkan pengiriman logistik terhambat, sehingga harga barang, termasuk beras dan sayuran, ikut naik,” katanya.
Muhaimin menegaskan, adapun langkah antisipasi, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan berbagai program untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan, terutama bagi masyarakat
berpenghasilan rendah.
“Kita memiliki tim ketahanan pangan yang akan menggelar pasar murah. Di Pasar Pandan Sari dan Pasar Klandasan juga ada program pengendalian inflasi dan pangan murah,” jelasnya.
Muhaimin menambahkan, untuk Perusahaan Daerah Tirta Manuntung turut berperan dalam menyediakan pangan murah di kota ini. “Kami berupaya agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tutupnya. (ADV)






