DLH Kota Balikpapan Melaksanakan Bersih Bersih Mangrove, Melibatkan Semua Stakholder

BALIKPAPAN, Kaltimonline.com – DLH Provinsi Kaltim bersama DLH Balikpapan dan komunitas dan masyarakat setempat melakukan aksi bersih bersih di kawasan mangrove di kawasan Margomulyo Balikpapan Barat. Aksi bersih bersih ini dalam rangka peringaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Menurut Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana, DLH Balikpapan bersama DLH Provinsi Kaltim, TNI, Kepolisian, komunitas, anak sekolah, perusahaan dan lurah dan camat dilibatkan dalam bersih bersih di kawasan mangrove.

Adapun bersih – bersih di kawasan mangrove ini dipilih langsung oleh kementerian lingkungan hidup.Dan kegiatan bersih –bersih ini serentak dalam rangka HPNS dan dilaksanakan di 8 kota di Indonesia dan salah satunya di kota Balikpapan.

“Untuk kendala dalam bersih bersih ini, tentunya keterbatasan sarana prasarana. Dan Balikpapan berupaya menugaskan petugas khusus untuk dikawasan pesisir sekitar 80 petugas dan yang bertugas di kawasan hutan mangrove di tempatkan 2 petugas dan 1 pengawas. Petugas yang melakukan bersih bersih di mangrove memiliki peralatan dan perahu untuk mengangkut sampah,” tegasnya Sudirman, Kamis (27/2/2025)

Sementara itu, Kepala Pusat Pengemndalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan , Fitri Harwati mengaku, untuk aksi bersih bersih ini merupakan wujud kepedulian terhadap leingkungan serta bentuk nyata kolaborasi dalam menjaga kawasan tetap bersih dan lestari. Bahkan pihaknya ingin menumbuhkan kesadaan bersama bahwa kebersihan di kawasan mangrove adalah tangungjawab kita semua.

“Sampah yang ada di perairan bukan hanya berasal dari sekitar, namun terbawa arus laut dari tempat lain,” tegasnya.

Firi mengaku, melaksanakan bersih bersih di kawasan mangrove ini, sebagian besar sampah yang mengotori kawasan mangrove adalah sampah organik terutama pelastik. Meskipun DLH Balikpapan telah memiliki program pembersihan harian, namun kondisi ini menunjukan perlunya perbaikan dalam pola pengelolaan sampah, termaksud peningkatan pengawasan terhadap pelaku usaha yang berkontribusi produksi sampah.

“Berdasarkan data sistem informasi pengelolaan sampah nasional 2024, komposisi sampah di Balikpapan di mominasi sisa makanan 42,3 persen, diikuti oleh plastik 7,2 persen, dan kertas atau karton 10,26 prsen. Sumber utama sampah di kota ini berasal dari rumah tangga yang menyumbang sekitar 70,32 perseb dari total produksi sampah,” tutupnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *