DLH Kelola 32 TPU di Balikpapan, Pastikan Area Makam Tetap Rapi dan Nyaman

BALIKPAPAN — Penataan dan pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Sejak 2022, seluruh pengelolaan TPU resmi dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, mencakup kebersihan, pemeliharaan tanaman, hingga penataan ruang hijau di area pemakaman.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam (SDA) DLH Balikpapan, Afrrizal, menjelaskan bahwa pihaknya kini bertanggung jawab penuh terhadap 32 TPU yang tersebar di seluruh kecamatan. Setiap lokasi ditangani melalui sistem pengelolaan rutin yang melibatkan petugas lapangan setiap hari.

“Sejak 2022, DLH mengelola 32 TPU di Kota Balikpapan. Petugas makam bertugas menjaga kawasan TPU, membersihkan sampah, memangkas semak belukar, mengelola tanaman, hingga membantu masyarakat menunjukkan lokasi makam,” jelas Afrrizal, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, pengelolaan TPU membutuhkan perhatian khusus karena area ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga menjadi ruang publik yang dikunjungi masyarakat untuk berziarah. Oleh sebab itu, kenyamanan dan kebersihan menjadi aspek utama dalam pelayanan.

Untuk TPU berukuran besar, petugas DLH melakukan serangkaian pemeliharaan seperti penyiraman tanaman, perawatan pohon peneduh, pemangkasan cabang yang membahayakan, serta penataan jalur pejalan kaki agar akses pengunjung lebih aman.

“ Kami menjaga agar TPU tidak terlihat kumuh. Ruang hijau di area makam sama pentingnya seperti taman kota, karena memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” tambah Afrrizal.

Selain pemeliharaan harian, DLH juga melakukan evaluasi rutin terhadap kebutuhan tenaga dan sarana pendukung di setiap TPU. Hal itu mencakup ketersediaan tempat sampah, alat kerja, hingga penerangan yang penting bagi keamanan peziarah, terutama pada malam hari.

Dalam jangka panjang, DLH berencana meningkatkan standar tata kelola TPU. Upaya itu mencakup penataan ulang vegetasi, penambahan jalur pedestrian, peningkatan sistem pengelolaan sampah, serta pemasangan papan informasi untuk memudahkan pengunjung menemukan lokasi makam keluarga.

Dengan pengelolaan yang lebih sistematis, TPU diharapkan dapat menjadi area yang tertata rapi, ramah lingkungan, sekaligus nyaman bagi masyarakat yang datang berziarah.

“Petugas sudah bekerja maksimal untuk menjaga semua TPU tetap tertata rapi dan bersih. Harapannya, masyarakat pun ikut merawat lingkungan makam, sehingga area ini tetap nyaman dan aman untuk seluruh peziarah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *