DPRD Balikpapan Tegaskan Pentingnya Identitas Wisata Khas untuk Majukan Pariwisata Daerah

BALIKPAPAN — Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi, menegaskan pentingnya penguatan karakter dan identitas destinasi wisata agar Kota Balikpapan dapat bersaing secara berkelanjutan di tingkat nasional. Penegasan tersebut disampaikan setelah ia menghadiri rangkaian proses penilaian penghargaan pariwisata yang baru pertama kali digelar tahun ini. Dalam penilaian tersebut, Balikpapan berhasil masuk tiga besar kota penerima penghargaan, sebuah pencapaian yang disebutnya sangat luar biasa.

“Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja seluruh pemangku kepentingan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan bahwa semua destinasi wisata—baik yang baru dibangun maupun yang telah eksis—mendapat perhatian merata,” kata Fauzi Adi di kantor DPRD Balikpapan, pada (18/11/2025).

Menurutnya, dukungan terhadap inovasi destinasi harus diperluas, bukan hanya diberikan kepada destinasi yang sudah berkembang.

Saat membahas hasil FGD terkait review RIPDA Balikpapan, Fauzi menuturkan “Bahwa arah pariwisata kota harus jelas. DPRD, lanjutnya, telah menyepakati beberapa fokus utama, antara lain pengembangan wisata edukatif, wisata berbasis alam, serta pembentukan konektivitas antardestinasi,” kata dia

“Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Balikpapan tidak hanya mengenal satu lokasi populer, tetapi dapat menjelajahi seluruh potensi wisata kota secara menyeluruh,”jelasnya.

Ia menyoroti sejumlah destinasi yang memiliki nilai jual tinggi, seperti kawasan mangrove, pantai, dan hutan kota. Ketiga jenis destinasi ini dinilai memiliki karakter kuat dan bisa diangkat menjadi ikon wisata daerah. Ia juga menyinggung keberhasilan destinasi Pringgo Dani yang walaupun baru, telah mampu masuk nominasi nasional dan menjadi contoh keberhasilan inovasi wisata.

Dari aspek regulasi, Fauzi menegaskan bahwa perizinan destinasi wisata harus lebih ramah bagi para pelaku usaha. Banyak inisiatif wisata masyarakat yang justru berkembang tanpa dukungan pemerintah pada tahap awal. Ia mencontohkan beberapa destinasi yang baru mendapat perhatian setelah viral, padahal kebutuhan terbesarnya adalah saat destinasi tersebut mulai dibangun.

Selain itu, DPRD saat ini sedang merancang pola pendanaan yang lebih fleksibel agar pemerintah dapat memberikan dukungan anggaran sejak tahap perintisan destinasi. “Penguatan anggaran adalah kunci. Tanpa dukungan dari awal, banyak ide wisata kreatif masyarakat sulit berkembang,” ujarnya.

Fauzi menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh upaya tersebut dapat menguatkan posisi Balikpapan sebagai kota dengan pariwisata berdaya saing tinggi dan sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *