Ananda Moeis Harap Disdikbud Kaltim Segera Maksimalkan Realisasi APBD Murni 2022

SAMARINDA, kaltimonline.com – Jajaran Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim perihal realisasi APBD Murni tahun 2022.

Tak hanya APBD, pertemuan tersebut juga membahas beberapa persoalan yakni, realisasi beasiswa, kendala zonasi serta program kegiatan di tahun 2023, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis mengungkapkan pihaknya sedang pertanyakan capaian dari kegiatan anggaran murni tahun 2022, sejak awal digelontorkan hingga saat ini.

Ananda Moeis menegaskan pihaknya sedang menjalankan tugas dan fungsi sebagai legislatif. Menurutnya hal tersebut bagian dari dukungan terhadap pemerintah dalam penciptaan sumber daya manusia (SDM) lebih berkualitas.

“Banyak yang kita tanyakan, tapi secara globalnya terkait permasalahan di Disdikbud Kaltim.” ujarnya usai RDP, di gedung D DPRD Kaltim, Selasa (13/9/2022).

“Makanya, kita banyak diskusi saja terkait berbagai permasalahan apa yang bisa kita cari solusinya bersama-sama. Kita juga menanyakan program 2023 nanti seperti apa dan seterusnya,” sambungnya.

Tak bisa dielak, sebut Ananda Moeis, hingga saat ini realisasi anggaran Disdikbud Kaltim memang belum maksimal. realisasi baru sekitar 36 persen.

“Baru 36 persen. Kita berharap dinas pendidikan bisa melakukan penyerapan anggaran secepatnya. Tujuannya, agar tidak terjadinya Silpa tahun 2022 ini,” harapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Disdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan tak menampik terkait realisasi anggaran baru sekitar 36 persen. Ia pun mengakui masih belum maksimal.

“Saat ini masih berjalan, masih ada progres kegiatan yang baru ditandatangani kontrak. Kalau beasiswa murni itu sudah selesai, sudah kita serahkan. Kira-kira 100 persen yang sudah kita cairkan. Tinggal proses selanjutnya jika ada dana tambahan di perubahan,” jelasnya.

Kurniawan memaparkan, pihaknya menghadapi beberapa kendala, salah satunya proses pelelangan yang terlambat. Namun demikian, dirinya optimis dapat mencapai target.

“Ke depan akan ada evaluasi, target kita setinggi-tingginya,” tandasnya. (ADV/DPRD Kaltim)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *