BALIKPAPAN– BPBD Kota Balikpapan terus memperkuat kapasitas operator layanan darurat 112 sebagai bagian dari strategi meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons terhadap berbagai kondisi kedaruratan. Penguatan ini menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan akses laporan darurat yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau masyarakat.
Layanan 112 berfungsi sebagai pintu pertama yang menghubungkan warga dengan BPBD ketika bencana atau insiden mendesak terjadi. Setiap laporan yang masuk melalui sambungan bebas pulsa tersebut akan dicatat, diverifikasi, dan diteruskan kepada tim lapangan dalam hitungan menit agar respons dapat segera dilakukan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Balikpapan, Arsulul Chairi, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas operator merupakan elemen krusial dalam ekosistem penanggulangan bencana.
“Kami memperkuat kemampuan teknis dan psikologis operator 112 agar mereka mampu menerima, memilah, dan meneruskan laporan secara cepat dan tepat. Operator adalah garda terdepan yang harus siap menghadapi semua panggilan darurat,” ujarnya, Jumat (28/11).
Arsulul menjelaskan bahwa operator mendapatkan pelatihan khusus yang mencakup manajemen komunikasi krisis, pemahaman Standard Operating Procedure (SOP) penanganan laporan, hingga kemampuan menilai prioritas risiko. Ketenangan bekerja menjadi bagian penting dari pelatihan karena banyak laporan datang dari warga yang sedang panik menghadapi situasi berbahaya.
“Kami ingin memastikan seluruh laporan diproses tanpa hambatan. Semakin cepat operator merespons, semakin cepat pula tim lapangan bergerak menyelamatkan warga,” katanya.
Selain peningkatan SDM, BPBD juga memperbarui sistem pendukung layanan 112. Penguatan dilakukan melalui integrasi data, peningkatan konektivitas, serta penambahan perangkat monitoring agar setiap laporan tercatat rapi dan mudah diverifikasi. Teknologi baru ini memungkinkan operator memetakan lokasi kejadian dengan lebih presisi, sehingga pengiriman tim lapangan menjadi lebih efektif.
Menurut Arsulul, layanan 112 menerima beragam laporan mulai dari kebakaran, banjir, tanah longsor, kecelakaan, hingga kedaruratan medis. Karena itu, ia mengimbau warga menggunakan layanan ini secara bijak.
“Kami mengajak masyarakat menggunakan 112 hanya untuk keadaan darurat. Layanan ini berdampak langsung pada kecepatan personel tiba di lokasi. Semakin disiplin warga, semakin efektif penanganan bencana di Balikpapan,” tegasnya.
Arsulul berharap upaya penguatan ini dapat meningkatkan profesionalitas layanan kedaruratan sekaligus menjadi model koordinasi cepat dalam menghadapi ancaman bencana di kota.
“Kami berkomitmen memastikan operator 112 bekerja optimal karena keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutupnya.






