BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim pelaksana pelayanan kedaruratan kini melakukan survei instalasi listrik secara menyeluruh di berbagai lingkungan warga. Langkah ini dinilai sebagai bagian penting untuk mempercepat akselerasi manajemen penanggulangan bencana di tingkat kota.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Balikpapan, Arsulul Chairi, mengungkapkan bahwa potensi kebakaran terbesar justru berasal dari korsleting listrik. Karena itu, BPBD mengambil langkah preventif lebih agresif guna melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.
“Kami melakukan survei instalasi listrik secara menyeluruh di kawasan padat penduduk. Kami ingin memastikan kondisi kabel, sambungan listrik, hingga penggunaan peralatan elektronik berada dalam kondisi aman,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Menurut Arsulul, berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa banyak kasus kebakaran sebelumnya dipicu oleh instalasi listrik yang tidak standar, sambungan tidak resmi, serta penggunaan stop kontak berlebihan. Melalui survei ini, BPBD berupaya mendeteksi potensi bahaya sedini mungkin sebelum memicu insiden yang lebih besar.
“Kami menemukan beberapa titik yang memiliki sambungan kabel yang tidak rapi dan peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan percikan api. Temuan ini langsung kami laporkan agar warga segera melakukan perbaikan,” jelasnya.
Selain melakukan pemeriksaan teknis, BPBD juga memberikan edukasi menyeluruh kepada masyarakat terkait standar instalasi listrik rumahan, cara penggunaan peralatan elektronik secara aman, hingga pentingnya mengganti kabel yang sudah tidak layak pakai. Arsulul menjelaskan bahwa mitigasi kebakaran tidak dapat berjalan maksimal tanpa melibatkan semua pihak.
“Kami tidak hanya memetakan risiko. Kami juga mengedukasi warga agar mereka memahami pentingnya keamanan listrik di rumah masing-masing. Kami melibatkan PLN untuk memeriksa instalasi yang membutuhkan penanganan teknis,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa survei instalasi listrik ini merupakan bagian dari strategi memperkuat penanggulangan bencana dari hulu. Pemerintah menilai bahwa respons kedaruratan harus sejalan dengan pencegahan berbasis masyarakat. Untuk itu, BPBD berencana memperluas program survei ke lebih banyak kelurahan dalam rencana jangka panjang.
“Kami ingin memastikan penanganan bencana tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Survei ini menjadi langkah konkret kami dalam mencegah kebakaran,” tegas Arsulul.
Dengan pendekatan preventif yang lebih kuat, Pemerintah Kota Balikpapan berharap risiko kebakaran permukiman dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan keamanan warga secara berkelanjutan.






