BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah akibat instalasi listrik tua yang tidak pernah diperiksa atau diganti. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang disebabkan oleh korsleting di kawasan permukiman padat.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan sebagian besar kebakaran di Balikpapan berawal dari hubungan arus pendek (korsleting) pada kabel dan instalasi yang telah berusia puluhan tahun.
“Kabel-kabel listrik yang sudah berusia di atas 15 tahun sebaiknya segera diganti, karena rata-rata kebakaran yang kami tangani berasal dari korsleting akibat instalasi lama yang sudah rapuh,” ujarnya, Selasa (28/10/2025), di Balai Kota.
Usman menjelaskan, pemeriksaan dan penggantian instalasi listrik merupakan tanggung jawab pemilik rumah, bukan pemerintah. Meski begitu, ia menekankan bahwa tindakan ini merupakan bentuk investasi keselamatan yang penting bagi setiap keluarga.
“Kalau masyarakat berpikir jernih, mengganti kabel itu bukan sekadar biaya tambahan, tapi untuk keamanan mereka sendiri. Rumah dan harta bisa rusak habis hanya karena korsleting,” tegasnya.
BPBD saat ini bekerja sama dengan PLN untuk memantau sejumlah titik rawan korsleting, khususnya di kawasan padat penduduk dan rumah-rumah lama yang belum pernah melakukan pembaruan sistem kelistrikan.
Selain itu, sosialisasi pencegahan juga dilakukan melalui program Kampung Tangguh Bencana (Katana) serta koordinasi dengan pihak kelurahan.
“Kami rutin berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan relawan Katana untuk menyampaikan imbauan ke masyarakat. Jadi pesan soal keamanan listrik ini bisa menjangkau hingga tingkat RT,” jelas Usman.
Usman juga mengingatkan agar warga tidak menumpuk colokan listrik atau menggunakan sambungan berlebihan, karena hal itu menjadi pemicu utama korsleting di rumah tangga.
Ia mengakui, BPBD memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah untuk sosialisasi langsung. Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran akibat kelalaian instalasi listrik.
“Kami memang terbatas dalam hal sosialisasi teknis soal kelistrikan. Tapi melalui jaringan relawan dan grup komunikasi, kami berharap pesan ini bisa diteruskan secara berantai di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Usman mengimbau warga agar tidak menunggu kejadian fatal sebelum bertindak.
“Cek instalasi listrik secara berkala, jangan tunggu ada percikan api atau bau gosong. Pencegahan jauh lebih murah daripada kerugian akibat kebakaran,” pungkasnya.






