BPBD dan PLN Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kebakaran di Balikpapan

BALIKPAPAN – Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan bersama PLN memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem peringatan dini (early warning system) di kawasan rawan korsleting listrik.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah kota menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan meningkatnya penggunaan peralatan listrik rumah tangga.

“Kami bersama PLN telah memetakan sejumlah titik rawan korsleting, terutama di kawasan padat penduduk dan rumah-rumah lama yang instalasinya belum pernah diperbarui,” ujarnya di Balai Kota Balikpapan, Selasa (28/10/2025).

Menurut Usman, sebagian besar kasus kebakaran di Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh instalasi listrik berusia tua yang tidak pernah diperiksa ulang. Karena itu, BPBD menekankan pentingnya pendataan dan sosialisasi berbasis komunitas melalui program Kampung Tangguh Bencana (Katana) yang melibatkan kelurahan dan masyarakat setempat.

“Kami melibatkan relawan Katana dan perangkat RT agar sosialisasi keamanan listrik bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Tujuannya membangun kesiapsiagaan bersama, bukan hanya sekadar imbauan,” jelasnya.

Usman menambahkan, upaya pencegahan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran kolektif warga menjadi faktor penting untuk menekan angka kejadian.

“Pemeriksaan instalasi listrik adalah tanggung jawab pemilik rumah. Pemerintah tidak bisa mengganti kabel satu per satu, tapi kami bisa dorong masyarakat agar sadar bahwa mengganti kabel lama itu investasi keselamatan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menumpuk colokan listrik, menggunakan kabel sambungan berlebihan, atau membiarkan kabel terkelupas tanpa perbaikan.

Selain itu, BPBD sedang menyiapkan sistem pelaporan cepat berbasis komunikasi digital melalui grup kelurahan dan relawan. Dengan sistem ini, laporan kebakaran kecil dapat ditindaklanjuti lebih cepat sebelum api meluas.

“Pihak kami memang terbatas secara personel, tapi lewat relawan dan perangkat kelurahan, pesan mitigasi bisa sampai hingga tingkat RT. Prinsipnya, pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan,” katanya.

Di tengah meningkatnya suhu udara dan tingginya penggunaan listrik akibat cuaca panas ekstrem, Usman menegaskan bahwa kewaspadaan dini dan tanggung jawab bersama adalah tameng utama untuk mencegah kebakaran.

“Jangan tunggu ada percikan atau bau gosong. Cek instalasi secara rutin, laporkan bila ada potensi bahaya. Dengan gotong royong dan kesiapsiagaan, risiko bisa ditekan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *