Budiono Apresiasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bina Anak Jalanan di Klandasan Ilir

BALIKPAPAN — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, memberikan apresiasi tinggi kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Klandasan Ilir atas kepedulian mereka dalam membina serta mengedukasi anak-anak jalanan di wilayah tersebut.

“Langkah Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini luar biasa. Mereka mendeteksi anak-anak yang sering terlihat di tempat niaga seperti rumah makan dan hotel, kemudian mengajak mereka untuk ikut kegiatan pengajian,” ujar Budiono, Senin (3/11/2025).

Upaya pembinaan ini dilakukan setelah aparat mendapati sejumlah anak kerap beraktivitas hingga larut malam di kawasan Klandasan Ilir. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 10 hingga 15 anak jalanan yang berhasil dikumpulkan dan mulai mengikuti kegiatan pembinaan.

Anak-anak tersebut diketahui berjualan tisu, kerupuk, dan koran hingga tengah malam. Padahal sebagian besar dari mereka masih di bawah umur dan seharusnya mendapatkan waktu belajar serta istirahat yang cukup.

Fenomena ini turut menyentuh hati warga. Salah satunya Hendra, warga Balikpapan, yang mengaku prihatin melihat anak kecil berjualan kerupuk pada pukul 23.30 Wita di salah satu rumah makan.

“Rasanya miris, anak sekecil itu seharusnya tidur, bukan bekerja,” ujarnya.

Budiono menegaskan bahwa persoalan anak jalanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat. Banyak dari mereka, kata dia, putus sekolah dan kurang mendapat pengawasan orang tua.

“Anak-anak ini adalah tanggung jawab bersama. Banyak dari mereka yang putus sekolah dan kurang mendapat pengawasan orang tua,” katanya.

Untuk itu, Budiono mendorong Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Dinas Sosial, agar menyiapkan program pembinaan dan pelatihan keterampilan di SKP Gunung Pasir dan Sepinggan.

“Kalau mereka terlantar, tentu wajib kita tangani. Tapi kalau masih punya orang tua, perlu ada pendekatan agar mereka kembali diasuh dan disekolahkan,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Budiono menegaskan pentingnya menciptakan kota yang ramah anak.

“Balikpapan sebagai kota maju harus bebas dari eksploitasi anak. Kita ingin anak-anak tumbuh dengan pendidikan dan masa depan, bukan menjadi pekerja jalanan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *