Cuaca Ekstrem, Sebagian Nelayan di Balikpapan Tidak Melaut

BALIKPAPAN, kaltimonline.com – Akibat cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah nelayan di Kota Balikpapan memilih untuk tidak melaut.

Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Sri Wahyuningsih mengatakan kondisi tidak menyebabkan gangguan keamanan ketersediaan stok ikan di Kota Balikpapan.

Menurutnya, saat cuaca tak memungkinkan untuk melaut, ketersediaan pasokan stok ikan di kota Balikpapan lebih mengandalkan dari nelayan tambak.

“Ada beberapa tempat kita mengandalkan perikanan budidaya,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/3/2023).

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah mengeluarkan peringatan kepada nelayan untuk waspada. Nelayan diminta untuk terus mengupdate data BMKG.

“Kalau himbauannya tetap hati-hati, tetap mengupdate data-data BMKG terkait dengan cuaca yang ada,” ujar perempuan yang akrab disapa Yuyun ini.

Dia mengatakan sudah ada pengawas di lapangan yang selalu mengingatkan para nelayan. Karena ada ribuan jumlah nelayan yang mayoritas berada di wilayah Balikpapan Timur.

“Kami juga punya pengawas perikanan, kalau di musim penghujan nelayan sudah paham, kira-kira yang harus dilakukan

Kata dia, terkadang nelayan juga tidak turun mencari ikan, ketika mengetahui cuaca cukup berbahaya. “Ada juga yang gak turun kalau musimnya anginnya kencang,” ujar perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Balikpapan.

Sementara itu, terkait ketersediaan komoditas pertanian lainya, pihaknya memastikan aman selama bulan ramadhan.

Meskipun terjadi defisit pada sejumlah komoditas seperti beras, beras, bawang merah, bawang putih, ikan tongkol, ikan kerapu, udang, nila, lele, kepiting soka, daging sapi dan telur ayam.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya berencana menggelar pasar pangan murah dengan melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan. Agar sampai tidak terjadi kekosongan pasokan bahan pokok yang berdampak kepada masyarakat. Termasuk menjaga stabilitas harga bahan pokok terutama ketika memasuki bulan suci ramadan.(*/Min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *