BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperkuat langkah menuju sistem transportasi publik yang modern, efisien, dan terintegrasi. Menyambut rencana pelimpahan operasional Balikpapan City Transport (BCT) dari Kementerian Perhubungan kepada pemerintah daerah, Dishub mulai menyiapkan strategi pengembangan layanan, termasuk penambahan koridor baru.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa hingga tahun 2026, seluruh pengelolaan BCT—mulai dari sumber daya manusia, teknis operasional, hingga pembiayaan—masih berada di bawah kendali Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
“Untuk saat ini, operasional masih menjadi kewenangan pusat. Kami di daerah fokus pada penyusunan perencanaan dan kesiapan anggaran. Nantinya, pelimpahan ke pemerintah kota ditargetkan bisa dimulai pada Juni 2027,” ujar Fadli, Minggu (9/11/2025).
Sebagai langkah persiapan, Dishub Balikpapan telah melakukan pemetaan kebutuhan transportasi perkotaan yang mencakup penambahan armada, pengembangan halte, serta perluasan rute BCT ke kawasan strategis.
Salah satu prioritas pengembangan yang tengah dikaji adalah koridor baru menuju kawasan Balikpapan Super Block (BSB), yang kini berkembang menjadi pusat kegiatan publik dan pemerintahan.
“Kami mengusulkan agar BCT dapat melayani hingga kawasan BSB seperti halnya layanan ke Bandara SAMS Sepinggan. Mudah-mudahan usulan ini bisa direalisasikan akhir tahun ini,” jelas Fadli.
Menurutnya, keberhasilan pengoperasian koridor BCT ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menjadi bukti bahwa transportasi publik dapat menjadi pilihan utama masyarakat jika dikelola dengan baik dan terintegrasi.
Rencana perluasan BCT ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan layanan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya besar pemerintah kota untuk mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, dan mendukung Balikpapan sebagai kota hijau dan berkelanjutan.
“Transportasi publik adalah masa depan kota. Kita ingin masyarakat punya alternatif yang nyaman, aman, dan efisien tanpa harus selalu menggunakan kendaraan pribadi,” tegasnya.
Dishub menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, BCT menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan, dengan layanan terintegrasi antarwilayah, tarif terjangkau, dan armada ramah lingkungan.
Pelimpahan kewenangan BCT ke pemerintah daerah juga menjadi momentum penting bagi Balikpapan untuk mengatur arah pengembangan transportasi massal sesuai kebutuhan lokal.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar transisi berjalan lancar. Persiapan ini tidak hanya teknis, tapi juga menyangkut kesiapan SDM dan kelembagaan,” tutup Fadli.
Dengan langkah strategis ini, Balikpapan optimistis dapat memiliki sistem transportasi publik yang modern, inklusif, dan mencerminkan wajah kota berdaya saing tinggi.






