BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui rehabilitasi drainase di kawasan Simpang Gunung Malang–Gunung Sari, yang menjadi titik rawan genangan di pusat kota.
Proyek ini merupakan bagian dari rehabilitasi saluran primer Klandasan Kecil, sistem utama pengaliran air di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang menampung limpasan air dari kawasan padat penduduk.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek tahun sebelumnya yang mencakup area eks lahan Puskib.
“Masih ada sisa volume pekerjaan yang perlu diselesaikan agar sistem drainase berfungsi optimal dan genangan bisa diminimalkan,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Menurutnya, rehabilitasi tahun ini difokuskan pada empat titik prioritas dengan tingkat kerusakan terparah, yakni di area Balcony, depan eks Puskib, Kelurahan Mekar Sari, serta sekitar kios Mie Aceh di dekat Puskib. Total panjang saluran yang diperbaiki mencapai sekitar 200 meter.
“Kami tangani spot-spot paling kritis, bukan membangun baru. Tujuannya memastikan aliran air tetap lancar di titik yang sering menimbulkan genangan,” jelas Jen.
Menariknya, proyek ini tidak mengganti sistem drainase lama secara total. DPU memilih melanjutkan konstruksi berbahan batu gunung, seperti yang digunakan pada pembangunan awal saluran.
“Kami tetap gunakan batu gunung agar menyatu dengan struktur lama. Konstruksi ini terbukti kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Proyek senilai Rp1 miliar ini dikerjakan oleh kontraktor lokal berpengalaman dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. Jen menegaskan bahwa proyek bersifat rehabilitasi terbatas, bukan pembangunan baru atau pelebaran saluran.
“Kami hanya memperbaiki bagian yang rusak. Prinsipnya efisien dan fungsional,” katanya.
Pemkot Balikpapan menilai, penataan drainase tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dan curah hujan ekstrem. Melalui langkah perbaikan berkelanjutan, pemerintah berharap kawasan strategis seperti Gunung Malang dan Gunung Sari tetap aman dari genangan yang berpotensi menghambat mobilitas warga.
“Kami berkomitmen membangun sistem drainase yang tangguh, modern, dan berkelanjutan. Ini bagian dari upaya mewujudkan Balikpapan sebagai kota nyaman dan siap menghadapi tantangan lingkungan,” pungkas Jen.






