TENGGARONG — Perkembangan ekosistem ekonomi kreatif (Ekraf) di Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi tantangan, salah satunya terkait pembentukan dan keaktifan struktur organisasi Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) di tingkat kecamatan.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, mengungkapkan kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh vakumnya kepengurusan Kekraf di tingkat kabupaten dalam beberapa waktu terakhir. Namun demikian, dirinya melihat masih ada potensi besar dari tumbuhnya komunitas-komunitas kreatif mandiri yang tersebar di hampir seluruh desa dan kelurahan di Kukar.
“Kalau tidak salah, dari 20 kecamatan baru delapan yang sudah membentuk kepengurusan Kekraf, itu pun tidak semuanya aktif. Masih ada 12 kecamatan lagi yang belum membentuknya,” katanya.
Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya aktivasi organisasi Kekraf di tingkat kecamatan adalah kondisi vakumnya kepengurusan Kekraf di tingkat kabupaten selama beberapa waktu terakhir. Ketiadaan struktur dan kegiatan di level kabupaten turut memengaruhi semangat dan keberlangsungan organisasi di wilayah-wilayah bawah.
Namun di balik itu, Arianto menyoroti hal positif yang tetap tumbuh dan berkembang secara alami di masyarakat, yaitu munculnya berbagai komunitas kreatif independen yang tersebar hampir di seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan di Kukar.
“Yang kami tahu dari laporan staf yang membina Kekraf, meskipun pengurus Kekraf tingkat kabupaten tidak aktif, tetapi komunitas-komunitas kreatifnya tetap menjamur. Mereka tetap berkegiatan secara mandiri,” jelasnya.
Dia menilai hal ini sebagai modal sosial yang sangat kuat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Kukar ke depan. Menurutnya, komunitas-komunitas inilah yang hanya memerlukan dorongan dan fasilitasi ringan dari pemerintah agar bisa tumbuh lebih optimal.
“Artinya tinggal dorongan sedikit saja. Apalagi kita sudah punya struktur pengurus di tingkat kabupaten dan sebagian kecamatan. Saya yakin kalau ini dijalankan dan didampingi, perkembangan Kekraf dan komunitas teman-teman di lapangan bisa jauh lebih baik,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mendorong pelibatan komunitas serta fasilitasi pembentukan Kekraf di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki struktur organisasi, guna memperkuat jejaring pelaku ekraf dari tingkat bawah hingga kabupaten.






