BALIKPAPAN– Di tengah sorotan nasional terhadap isu perubahan iklim dan pengelolaan sampah, Kota Balikpapan kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu kota terbersih dan paling ramah lingkungan di Indonesia.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari kerja sama dan komitmen semua pihak. “Alhamdulillah Balikpapan kembali meraih Adipura Kencana, bahkan dinobatkan sebagai pengelola sampah terbaik di Indonesia dan mewakili Asia Tenggara. Ini bukti bahwa komitmen kita menjaga lingkungan bukan slogan semata,” ujar Rahmad, Jumat (4/7/2025).
Rahmad juga menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, tingkat pencemaran di Balikpapan hanya bernilai 6, jauh lebih rendah dibanding Jakarta yang nilainya disebut mencapai 100 ke atas dan bahkan lebih baik dari Singapura yang berada di angka 50. “Artinya, lingkungan di Balikpapan masih sangat asri dan sangat layak untuk ditinggali,” tegasnya.
Sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN), Rahmad menyebut kondisi lingkungan yang bersih dan sehat ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Balikpapan.
Namun ia menekankan, keberlanjutan pencapaian ini membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah.
“Sampai tahun 2026, lahan TPA kami sudah hampir habis. Maka kami sangat berharap dukungan dari Kementerian untuk membangun sarana baru. Programnya sudah kami siapkan, tinggal realisasi,” jelasnya.
Rahmad menambahkan, capaian ini tidak akan mungkin terwujud tanpa sinergi dan kekompakan semua elemen daerah, mulai dari pemerintah, Forkopimda, ulama, hingga masyarakat. “Program lingkungan ini adalah prioritas kami, dan alhamdulillah semua stakeholder di Balikpapan selalu kompak dan punya semangat yang sama,” katanya.
Menariknya, Wali Kota juga sempat berseloroh kepada Gubernur Kaltim agar tak perlu terlalu fokus pada Balikpapan dalam urusan kebersihan. “Kalau Balikpapan mah sudah aman Pak Gubernur. Bapak bisa lebih fokus bantu sembilan kabupaten/kota lainnya,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Rahmad kembali mengajak masyarakat Balikpapan untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar menanti penghargaan.
“Kalau kita bicara lingkungan, ini bukan tugas pemerintah saja. Semua harus terlibat. Kita ingin Balikpapan tetap jadi rumah yang nyaman, hijau, dan membanggakan, apalagi di tengah transformasi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara,” tutupnya.






