DKK Balikpapan Perkuat Gerakan Posyandu untuk Menekan Angka Stunting

BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus memperkuat berbagai upaya strategis untuk menekan angka stunting di kota ini. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Balikpapan tercatat masih berada pada angka 24,8 persen. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa pihaknya telah meluncurkan sejumlah inovasi untuk mempercepat penurunan stunting, salah satunya melalui program Gempur Stunting yang menitikberatkan pada penguatan peran Posyandu di seluruh kelurahan. Menurutnya, Posyandu merupakan garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, bayi, dan balita.

“Kami menggerakkan seluruh Posyandu agar lebih aktif memberikan pelayanan. Hari ini kami juga memberikan penghargaan kepada kelurahan dan puskesmas yang berhasil mencapai 100 persen kunjungan Posyandu,” ujar Alwiati di Balai Kota, Kamis (13/11/2025).

Melalui gerakan tersebut, DKK Balikpapan melakukan intervensi spesifik terhadap seluruh bayi, balita, dan ibu hamil dengan memastikan mereka memperoleh pemantauan gizi dan kesehatan secara berkala. Upaya ini ditujukan untuk mencegah munculnya kasus stunting baru di masa mendatang.

“Pemeriksaan terhadap ibu hamil dan balita dilakukan menyeluruh agar kita bisa mencegah sejak dini. Fokus kita bukan hanya mengobati, tapi mencegah agar anak-anak tumbuh sehat dan tidak menambah angka stunting,” tegasnya.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang mengusung tema Generasi Sehat, Indonesia Hebat, juga menjadi momentum DKK untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Alwiati berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah kelurahan, puskesmas, hingga para kader Posyandu dapat terlibat aktif dalam memperbaiki kualitas kesehatan anak di Balikpapan.

Selain fokus pada stunting, DKK Balikpapan juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah secara merata.

“Kami ingin memastikan anak-anak di sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Gizi yang baik sangat menentukan masa depan mereka, baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan belajar,” ujarnya.

Tak hanya itu, DKK Balikpapan juga terus memperhatikan penanganan penyakit paru-paru yang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah kasus paru tertinggi di dunia. Karena itu, berbagai langkah penanggulangan penyakit menular maupun tidak menular terus digencarkan.

“Dengan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis kondisi kesehatan masyarakat akan semakin membaik,” pungkas Alwiati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *