BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mulai menggencarkan sosialisasi retribusi sampah ke tingkat rukun tetangga (RT) di seluruh wilayah kota. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya membayar retribusi sampah sebagai kontribusi nyata dalam mendukung kebersihan kota sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris DLH Kota Balikpapan, Mustamin, menjelaskan bahwa sosialisasi akan dilakukan selama dua bulan ke depan secara bertahap di seluruh kecamatan. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memastikan warga memahami bahwa retribusi sampah bukan semata kewajiban administratif, tetapi bentuk partisipasi dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
“Dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan sosialisasi ke RT-RT selama dua bulan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa retribusi sampah itu perlu. Jangan sampai diabaikan, karena target kita harus tercapai,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
DLH menargetkan pendapatan retribusi sampah tahun 2025 sebesar Rp16,5 miliar, dengan batas waktu capaian hingga akhir Desember. Berdasarkan data sementara, realisasi penerimaan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
“Mudah-mudahan target ini bisa kita penuhi. Kami juga mengimbau RT agar ikut membantu mengingatkan warganya. PAD kita memang perlu digenjot, dan sektor retribusi persampahan menjadi salah satu andalan,” jelas Mustamin.
Ia menambahkan, retribusi sampah tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dari hotel, tempat usaha, restoran, guest house, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi sangat menentukan keberhasilan pengelolaan kebersihan kota.
Lebih jauh, Mustamin menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penarikan retribusi. Ia mengingatkan pengurus lingkungan atau RT agar tidak melakukan penarikan dana sebelum petugas benar-benar mengangkut sampah warga.
“Apapun bentuknya, jangan menarik uang retribusi sebelum sampahnya diangkut. Ini untuk menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
DLH berharap, dengan dukungan aktif dari RT dan kesadaran masyarakat yang meningkat, target PAD dari sektor persampahan dapat tercapai sesuai rencana, sekaligus memperkuat upaya Balikpapan menuju kota yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.






