BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus didorong untuk berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata. Salah satu ide yang dinilai potensial adalah menggabungkan konsep wisata dan olahraga melalui kegiatan seperti lomba lari, yoga alam, hingga aktivitas kebugaran di ruang terbuka.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Jafar Sidik, mengatakan bahwa kegiatan olahraga yang dikemas dengan nuansa wisata alam akan menjadi magnet baru bagi wisatawan. Menurutnya, konsep sport tourism ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga berdampak ekonomi dan promosi yang besar bagi kota.
“Balikpapan punya banyak potensi alam. Kalau kita buat event seperti lari di pantai atau di hutan, pasti menarik minat orang luar untuk datang. Contohnya event Bayan Run yang sukses, dan bulan depan Dinas Lingkungan Hidup juga akan menggelar lomba lari di Kebun Raya Balikpapan,” ungkap Jafar saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, konsep lari di alam terbuka merupakan bentuk inovasi dari kegiatan olahraga konvensional yang biasanya hanya dilakukan di jalan raya perkotaan. Dengan melibatkan kawasan pantai dan hutan lindung, peserta akan mendapatkan pengalaman unik yang memadukan olahraga, petualangan, dan keindahan alam.
“Bayangkan rutenya dimulai dari tepi pantai lalu masuk ke hutan. Itu kan luar biasa menarik. Selain menyehatkan, juga sekaligus mempromosikan keindahan alam Balikpapan,” jelasnya.
Selain manfaat wisata, Jafar menilai kegiatan tersebut memiliki efek berganda terhadap ekonomi lokal. Banyak peserta dari luar kota yang datang dan menginap di hotel, membeli produk UMKM, hingga menikmati kuliner khas Balikpapan.
“Ini memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha lokal, dari hotel, restoran, sampai kafe,” katanya.
Politisi yang dikenal aktif mendorong inovasi sektor pariwisata ini menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk diversifikasi wisata — upaya menghadirkan variasi destinasi dan pengalaman baru di luar wisata pantai.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada pantai. Harus ada inovasi supaya wisatawan selalu punya alasan untuk datang kembali,” ujarnya.
Jafar berharap Dinas Pariwisata dapat terus berkolaborasi dengan komunitas olahraga, pegiat lingkungan, dan pelaku usaha dalam mengembangkan sport tourism.
“Kalau dikelola dengan baik, event-event seperti ini bukan hanya jadi hiburan, tapi juga promosi wisata berkelanjutan yang menambah pendapatan daerah. Hotel penuh, kafe ramai, ekonomi bergerak,” pungkasnya.






