BALIKPAPAN — Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisa, mengajak masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan aspirasi melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog bersama warga RT 29 Kelurahan Sepinggan Raya, Selasa (28/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung hangat itu dihadiri puluhan warga dari RT 29, RT 28, dan RT 16, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), dan unsur kelurahan serta puskesmas setempat.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan mulai dari air bersih, pengelolaan sampah pesisir, hingga penerangan jalan umum (PJU) dan drainase. Menanggapi hal itu, Laisa menegaskan bahwa setiap masukan warga akan lebih mudah ditindaklanjuti jika disampaikan melalui jalur Musrenbang.
“Kami ingin semua aspirasi warga tersampaikan dengan baik melalui jalur yang tepat, sehingga bisa masuk dalam perencanaan pembangunan kota,” ujarnya.
Laisa menjelaskan, DPRD memiliki peran penting dalam menyalurkan aspirasi masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan yang diusulkan saat penyusunan anggaran daerah. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat di tingkat RT dan kelurahan sangat diperlukan agar program prioritas benar-benar dapat direalisasikan.
Beberapa aspirasi yang muncul dalam pertemuan tersebut antara lain permintaan sambungan air PDAM bagi warga yang belum terlayani, peningkatan frekuensi pengangkutan sampah di kawasan pesisir, serta penambahan lampu PJU. Laisa menyebut, tiga unit lampu PJU sudah diusulkan dalam anggaran perubahan 2025 dan akan dilanjutkan pada APBD Murni 2026.
Selain itu, warga juga menanyakan program bedah rumah dari Disperkim. Laisa menjelaskan bahwa syarat penerima bantuan meliputi kepemilikan legalitas tanah, berdomisili di Balikpapan, dan kondisi rumah yang masih tidak layak huni.
“Kami terus mendorong agar program pemerintah bisa benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya langsung oleh warga,” tambahnya.
Melalui dialog ini, Laisa berharap masyarakat tidak hanya menunggu program pemerintah, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pembangunan di lingkungannya.
“Semakin banyak warga yang berpartisipasi, semakin mudah bagi pemerintah menyusun kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dialog tersebut menjadi wadah komunikasi langsung antara warga dan wakil rakyat, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, DPRD, dan perangkat daerah. Aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan penting dalam perencanaan pembangunan wilayah Sepinggan Raya pada tahun mendatang.






