Lihat ODGJ di Jalan? Segera Lapor ke Dinsos Balikpapan

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat layanan kemanusiaan berbasis respons cepat terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan setiap warga, termasuk mereka yang memiliki gangguan kejiwaan, mendapat perlindungan dan penanganan yang layak.

Layanan Cepat 24 Jam Tangani Laporan ODGJ

Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edy Gunawan, menegaskan penanganan ODGJ kini tidak hanya bersifat reaktif, melainkan juga preventif.
Tim Dinsos selalu siaga menerima laporan masyarakat selama 24 jam dan langsung menindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.

“Begitu ada laporan, kami langsung ambil alih. Kami bawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan dirawat sampai kondisinya stabil. Setelah itu baru kami kembalikan ke keluarganya atau bantu mencari keluarganya,” ujar Edy saat ditemui di Kantor Dinas Sosial, Kamis (23/10/2025).

Koordinasi Lintas Instansi dan Fasilitas Modern

Menurut Edy, jumlah ODGJ yang terlihat di jalanan kini jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal ini berkat peningkatan koordinasi lintas instansi dan dukungan sarana penanganan yang lebih modern.
Dinsos kini dilengkapi kendaraan operasional dan sistem laporan cepat yang memudahkan penanganan lapangan.

“Sekarang kalau ada ODGJ di jalan, langsung bisa kita tangani. Kita punya mobil, petugas, dan sistem laporan yang cepat. Jadi tidak sampai ada kejadian yang ekstrem,” tambahnya.

Semua Laporan Akan Ditindaklanjuti

Edy menjelaskan, laporan mengenai ODGJ bisa datang dari berbagai sumber — mulai dari warga, anggota DPRD, hingga lembaga sosial.
Semua laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti tanpa memandang waktu.

“Kami tanggapi semua laporan, bahkan kalau datang tengah malam pun tetap kami datangi. Prinsipnya, kami ingin Balikpapan bersih dari ODGJ terlantar,” tegasnya.

Fokus pada Rehabilitasi dan Reintegrasi Keluarga

Selain penanganan langsung di lapangan, Dinsos juga fokus pada rehabilitasi sosial dan reintegrasi keluarga.
Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, ODGJ difasilitasi untuk kembali ke keluarganya agar dapat hidup lebih stabil dalam lingkungan sosial.

“Kami tidak ingin mereka terus-terusan di jalan. Setelah sembuh, kami pastikan mereka punya tempat kembali. Kami bantu mediasi dengan keluarga dan terus pantau,” jelas Edy.

Menuju Balikpapan Peduli Kesehatan Mental

Upaya ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Balikpapan untuk mewujudkan kota yang peduli terhadap kesehatan mental dan inklusif bagi semua warganya.
Edy juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor jika menemukan ODGJ yang membutuhkan bantuan.

“Masyarakat punya peran penting. Jangan dibiarkan, laporkan saja. Kami siap turun kapan pun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *