BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat pengembangan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 15 sebagai kawasan pemakaman terpadu yang modern dan menjadi percontohan di kota tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan pemakaman semakin tertata, aman, dan memiliki standar yang sama bagi seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa konsep pemakaman terpadu di TPU Km 15 bukanlah rencana baru. Gagasannya sudah disusun sejak beberapa tahun lalu, dan kini mulai diwujudkan secara bertahap dengan penataan lebih menyeluruh.
“TPU Km 15 memang dirancang sebagai pemakaman terpadu. Di dalamnya tersedia area untuk umat Muslim, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, termasuk pemakaman bagi masyarakat Konghucu atau Tionghoa,” ujar Sudirman, Selasa (2/12/2025).
Dengan luas sekitar 17 hektare, kawasan pemakaman tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tempat peristirahatan terakhir yang lebih teratur sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Karena itu, DLH menekankan pentingnya penataan, terutama di area pemakaman Muslim yang menempati sebagian besar lahan.
“Makam itu bukan hanya menjadi tempat penguburan, tetapi juga memiliki fungsi ekologis. Karena itu model penataan di sini kami buat lebih terencana dan lebih baik dibandingkan pemakaman-pemakaman sebelumnya,” jelasnya.
TPU Km 15 saat ini sudah dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti jalan beraspal, kantor penjagaan, mushola, serta lampu penerangan. Sejumlah area juga telah disiapkan sebagai ruang parkir dan titik layanan untuk keluarga yang berkunjung.
Meski demikian, proses penataan lanjutan masih terus dilakukan. Hal ini karena kondisi tanah di kawasan tersebut tidak datar, melainkan berkontur. Situasi ini membuat proses pembukaan lahan maupun penggalian makam harus dikerjakan dengan ekstra hati-hati untuk menghindari risiko longsor, terutama di musim hujan.
“Tanah di Balikpapan memang berkontur. Beberapa makam di daerah lain pernah mengalami longsor saat hujan besar, seperti di Gunung Guntur. Karena itu TPU Km 15 dirancang benar-benar sebagai makam percontohan yang aman dan tertata,” jelas Sudirman.
Pemkot berharap penataan ini dapat menjadikan TPU Km 15 sebagai model pemakaman modern yang rapi, nyaman, dan ramah lingkungan bagi seluruh warga Balikpapan. (*)






