BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud, SE, ME menegaskan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk tetap menjaga dua sektor prioritas — pendidikan dan kesehatan — agar tidak terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026.
Pesan ini disampaikan Rahmad saat memberikan arahan kepada para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) usai pelantikan di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, kebijakan efisiensi harus dijalankan secara cermat tanpa mengorbankan pelayanan publik. Ia menyebut defisit anggaran yang terjadi bukan hanya dialami Balikpapan, melainkan juga dirasakan hampir seluruh daerah di Indonesia.
“Di tengah defisit anggaran, ini menjadi tantangan bagi kita semua. Tahun 2026 akan ada efisiensi anggaran, bukan hanya di Balikpapan tetapi di seluruh Indonesia. Namun, program prioritas seperti pendidikan dan kesehatan tidak boleh terganggu, karena program ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Rahmad.
Rahmad meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap menjaga efektivitas pelaksanaan program dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran.
“Pak Sekda dan semua OPD, jangan sampai dua program prioritas itu terganggu. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Kinerja dan Loyalitas Jadi Ukuran Karier ASN
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga memberikan pesan khusus kepada para pejabat baru di lingkungan Pemkot Balikpapan. Ia menegaskan bahwa kinerja dan loyalitas akan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan karier ASN ke depan.
“Kinerja kalian akan diukur dari loyalitas dan kemampuan menjalankan tugas. Jika hasilnya baik, tentu akan dipromosikan. Tapi semuanya harus dibuktikan dulu melalui kerja nyata,” katanya.
Rahmad menambahkan, ASN yang bertugas di kecamatan dan kelurahan harus memiliki kepekaan sosial serta kemampuan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“ASN harus punya kepekaan sosial. Di lapangan, kalian akan berhadapan langsung dengan warga, jadi harus bisa mendengar, memahami, dan mencari jalan keluar dari persoalan mereka,” tambahnya.
ASN Harus Siap Hadapi Era Digitalisasi
Wali Kota juga menekankan pentingnya kesiapan ASN menghadapi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, aparatur dituntut adaptif dan responsif terhadap perubahan serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
“Kita hidup di era digital. ASN harus mampu menjawab pertanyaan dan keluhan warga dengan cepat, cerdas, dan solutif. Di sinilah ujian profesionalitas kalian,” tandasnya.
Rahmad menutup arahannya dengan pesan agar seluruh jajaran tetap menjaga semangat efisiensi yang berpihak pada masyarakat.
“Keterbatasan anggaran jangan dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru di masa sulit, kita diuji seberapa besar komitmen kita untuk melayani masyarakat,” tutupnya.






