BALIKPAPAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong percepatan pembangunan depo parkir di Kilometer 13 Kecamatan Balikpapan Utara, yang dinilai strategis untuk menata arus logistik sekaligus membuka potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan proyek ini tidak boleh kembali tertunda setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana.
Menurutnya, lahan seluas sekitar 11 hektare telah dipersiapkan dan proses pematangan lahan sudah dimulai tahun ini.
“Kami meminta agar pembangunan depo parkir di Km 13 segera dilaksanakan, marena pematangan lahan sudah berjalan, kami optimistis pembangunan fisik bisa dimulai pada 2027. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Yusri mengungkapkan, rencana pembangunan depo parkir tersebut telah bergulir hampir 15 tahun tanpa realisasi, meski sudah berganti empat kepala dinas terkait. Hal ini menjadi perhatian serius DPRD agar proyek strategis tersebut tidak kembali mandek. “Kalau ini terlaksana bisa menjadi sumber PAD kita dan juga sirkulasi barang ke kota berkurang lagi karena sudah ada depo,” kata Yusri.
Menurutnya, keberadaan depo parkir akan menjadi solusi jangka panjang untuk menata sistem transportasi barang di Balikpapan. Selama ini, truk-truk kontainer kerap parkir di bahu jalan utama dan kawasan dalam kota, sehingga mengganggu arus lalu lintas serta meningkatkan risiko kecelakaan.
“Dengan depo parkir ini, sirkulasi kendaraan barang bisa lebih terkontrol. Truk kontainer tidak perlu lagi masuk dan parkir di area dalam kota,” jelasnya.
Selain mengurai kemacetan, depo parkir Km 13 juga dinilai berpotensi meningkatkan PAD melalui retribusi parkir dan layanan pendukung lainnya. Penataan transportasi barang yang lebih tertib diyakini akan memberi dampak positif bagi kenyamanan warga sekaligus iklim investasi.
Yusri menegaskan, Komisi III DPRD akan terus mengawal tahapan perencanaan hingga realisasi pembangunan. Ia meminta pemerintah kota memastikan kesiapan anggaran dan kelengkapan teknis agar target pembangunan fisik pada 2027 benar-benar tercapai.
Ia pun berharap depo ini tidak ingin ini kembali menjadi proyek yang tertunda. Harus ada kepastian, karena manfaatnya besar bagi kota.
Depo parkir Km 13 diharapkan menjadi titik balik penataan logistik Balikpapan, mengurangi kepadatan kendaraan berat di dalam kota, sekaligus memperkuat struktur pendapatan daerah secara berkelanjutan.(*)






