BALIKPAPAN-Pemasangan CCTV dan penyediaan Wi-Fi publik di berbagai titik Kota Balikpapan diminta tidak berhenti pada aspek pengadaan semata. Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menegaskan pentingnya indikator keberhasilan yang jelas, agar program digitalisasi tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.
Menurutnya, penguatan infrastruktur digital merupakan langkah strategis menuju tata kelola kota yang modern. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana efektivitas CCTV dan Wi-Fi publik yang telah dipasang oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Ada beberapa yang ingin saya usulkan terkait CCTV dan Wi-Fi. Kita harus tahu apa indikator keberhasilannya. Jangan hanya terpasang, tetapi harus terukur manfaatnya,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Yusri menilai, keberadaan CCTV seharusnya mampu mendukung keamanan dan ketertiban, termasuk membantu penegakan hukum, pengawasan lalu lintas, hingga meminimalkan tindak kriminalitas. Sementara Wi-Fi publik diharapkan meningkatkan akses informasi, mendukung pelaku UMKM, hingga mempermudah pelayanan berbasis digital.
Politisi Partai Golkar ini mendorong agar ada parameter evaluasi yang jelas, seperti penurunan angka pelanggaran lalu lintas, peningkatan respons keamanan, hingga dampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Harus ada ukuran yang konkret, seperti halnya Apakah angka kriminalitas menurun atau Apakah pelayanan publik lebih cepat atau Apakah ada kontribusi terhadap pendapatan daerah. “Itu yang perlu dijelaskan,” sebutnya.
Yusri juga berharap program tersebut mendapat perhatian dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan.
Ia menilai, pemanfaatan teknologi informasi berpotensi mendukung optimalisasi pendapatan, misalnya melalui pengawasan pajak reklame, parkir, atau potensi pajak daerah lainnya yang dapat dimonitor secara digital, sehingga ini bisa menjadi atensi Bappeda juga. Teknologi yang dibangun harus memberi nilai tambah, termasuk bagi peningkatan PAD.
Menurut Yusri, Balikpapan memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep smart city yang tidak hanya modern secara tampilan, tetapi juga efektif dalam tata kelola dan pelayanan.
DPRD akan mendorong evaluasi berkala terhadap program digitalisasi tersebut, agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Teknologi itu alat, bukan tujuan. Yang terpenting adalah dampaknya bagi keamanan, pelayanan, dan kesejahteraan warga.
Pengawasan dan evaluasi yang tepat, keberadaan CCTV dan Wi-Fi publik diharapkan menjadi instrumen strategis dalam membangun Balikpapan yang lebih aman, transparan, dan berbasis digital.(*)






