BALIKPAPAN-Peran dunia usaha dalam pelestarian lingkungan di Balikpapan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mencatat semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi aktif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pengelolaan taman kota dan hutan kota.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam DLH Balikpapan, Afrrizal, mengatakan dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan dana, tetapi juga mencakup kegiatan teknis yang langsung menyentuh kebutuhan pengelolaan lingkungan. Mulai dari perawatan taman, pembangunan fasilitas ruang terbuka hijau, revitalisasi area publik, hingga mendukung pengelolaan hutan kota yang memiliki fungsi ekologis penting.
“Sudah banyak CSR atau TJSL perusahaan yang membantu pengelolaan beberapa taman dan hutan kota. Bantuan ini sangat bermanfaat, karena luasnya ruang terbuka hijau di Balikpapan membuat pengelolaan sepenuhnya oleh pemerintah menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Di tengah meningkatnya urbanisasi dan pertumbuhan kota, kontribusi swasta membantu memperkuat daya dukung ruang hijau sekaligus mempercepat penyediaan fasilitas publik yang ramah keluarga.
Program CSR perusahaan selama ini meliputi pembangunan dan perbaikan fasilitas taman, penataan jalur pedestrian, pemasangan tempat duduk, lampu taman, hingga penyediaan permainan ramah anak. Di beberapa lokasi, perusahaan juga terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon di hutan kota.
DLH menilai penanaman pohon di hutan kota lebih efektif karena lokasi dapat dikontrol, tingkat keberhasilan hidup tanaman lebih tinggi, dan dampak ekologinya lebih optimal. “Untuk penanaman pohon, kami lebih arahkan ke hutan kota. Selain lebih terkontrol, peluang hidup tanamannya juga lebih besar. Dengan begitu, kontribusi perusahaan memiliki dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan,” jelas Afrrizal.
Selain aspek fisik, DLH juga mendorong agar program CSR menyertakan edukasi lingkungan bagi masyarakat, seperti pelibatan sekolah dan warga dalam penanaman pohon, pelatihan pengelolaan sampah organik, dan sosialisasi pentingnya menjaga ruang terbuka hijau.
Afrrizal berharap semakin banyak perusahaan terlibat dalam program lingkungan, mengingat luasnya area yang harus dikelola pemerintah. Kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar Balikpapan tetap hijau, bersih, dan nyaman.
DLH juga tengah menyiapkan skema apresiasi bagi perusahaan yang dinilai aktif dan konsisten dalam program lingkungan. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi sekaligus memperkuat praktik tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
“Kerja sama dengan perusahaan dan masyarakat merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga Balikpapan tetap hijau dan nyaman bagi generasi mendatang. Tanpa partisipasi mereka, upaya pemerintah akan sangat terbatas. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Afrrizal.






