BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memberikan dukungan penuh pada kegiatan verifikasi lapangan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) dan Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025. Proses verifikasi ini dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagai bagian dari penilaian program sekolah berbudaya lingkungan skala nasional.
Kegiatan verifikasi berlangsung pada 12 November 2025 di SDN 017 Balikpapan Barat, salah satu sekolah yang diusulkan untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat nasional. DLH Balikpapan hadir untuk memastikan seluruh persyaratan, dokumen, serta data pendukung dapat tersampaikan secara jelas dan komprehensif kepada tim penilai dari pusat.
Kabid Pengelolaan Hutan, Persampahan, dan Kebersihan Lingkungan Hidup (PHPKLH) DLH Balikpapan, Siti Patimah, turut hadir bersama tim pendamping. Menurutnya, dukungan DLH menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas penyelenggaraan program Adiwiyata di sekolah-sekolah Balikpapan.
“DLH Balikpapan berkomitmen memberikan pendampingan maksimal agar proses verifikasi berjalan lancar, objektif, dan sesuai standar penilaian yang ditetapkan,” ujar Siti Patimah, Senin (1/12/2025).
Selain tim DLH, Forum Adiwiyata Balikpapan juga hadir memberikan penguatan kepada pihak sekolah. Forum ini berperan mendampingi sekolah dalam memahami indikator penilaian Adiwiyata, mulai dari pengelolaan lingkungan, penyusunan dokumentasi, hingga implementasi perilaku ramah lingkungan oleh seluruh warga sekolah.
Pada tahap pelaksanaan, tim Adiwiyata pusat menentukan langsung lokasi-lokasi yang menjadi objek uji praktik di lapangan. Pola ini menuntut sekolah dan pendamping untuk tanggap dan siap memperlihatkan kondisi sebenarnya secara transparan.
Tim penilai dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan memimpin rangkaian verifikasi, yang meliputi pemeriksaan dokumen perencanaan, observasi sarana dan prasarana, peninjauan ruang hijau, hingga evaluasi kegiatan edukasi lingkungan yang berjalan di sekolah.
Kegiatan verifikasi ini juga memperoleh dukungan dari DLH Provinsi Kalimantan Timur serta perwakilan sektor pendidikan, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai pedoman nasional.
DLH Balikpapan berharap sinergi berbagai pihak dapat mendorong lebih banyak sekolah di Balikpapan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri. Program ini dianggap penting untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini, sekaligus membangun generasi yang memiliki kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan pendampingan yang konsisten, kami yakin sekolah-sekolah di Balikpapan mampu menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkas Siti.






